Pengaruh umur pohon melina (Gmelina arborea Roxb) dan penambahan aditif pada proses sulfat terhadap sifat pulp
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon dan penambahan aditif pada pemasakan sulfat terhadap mutu pulp kayu gmelina yang dihasilkan. Percobaan dilakukan pada empat taraf umur kayu, yaitu 6, 8, 10 dan 12 tahun. Penambahan aditif pada proses sulfat juga dilakukan dalam empat taraf, yaitu kontrol (tanpa penambahan aditif), antrakinon 0,1 persen, polisulfida 4 persen dan campuran polisulfida 4 persen dengan antrakinon 0,1 persen. Kondisi pemasakan lainnya dibuat sama, yaitu alkali aktif 16 persen, sulfiditas 25 persen nilai banding kayu terhadap larutan pemasak 1 : 4, suhu maksimum 170 derajat C dan waktu pemasakan 4 jam. Pertambahan umur pohon sampai 10 tahun cenderung menaikkan rendemen pulp. Akan tetapi bertambahnya umur pohon menjadi 12 tahun cenderung menurunkan rendemen pulp, karena tidak berbeda dengan rendemen pulp umur 6 tahun. Penambahan aditif antrakinon 0,1 persen tidak memperbaiki rendemen pulp. Rendemen pulp tertinggi diperoleh dari pemakaian aditif polisulfida 4 persen diikuti campuran ppolisulfida 4 persen dan antrakinon 0,1 persen. Bilangan kappa pulp dipengaruhi umur kayu dan pemakaian jenis aditif. Kayu berumur 10 tahun memberikan bilangan kappa terendah. Penambahan jenis aditif antrakinon 0,1 persen menghasilkan bilangan kappa terendah. Kayu melina umur 6 tahun sudah dapat digunakan sebagai bahan baku pulp, karena menghasilkan keteguhan lembaran yang tinggi (dapat memenuhi SNI untuk kayu jarum Yang berserat panjang). Penggunaan aditif dapat meningkatkan sifat keteguhan lembaran pulp.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain