Ketahanan kayu mangium (acacia mangium Willd.) terhadap sebelas jamur pelapuk kayu
Ketahanan bagian dalam (teras) dan tepi (gubal) dari dolok kayu mangium (Acacia mangium Willd.) yang diambil dari hutan tanaman di Parungpanjang (Jawa Baraaat), umur pohon 5, 8 dan 11 tahun dan dari Serang (Banten) umur 11 tahun diuji terhadap jamur menggunakan standar DIN-52176 yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu yang berasal dari Parungpanjang, umur 5 - 11 tahun, termasuk ke dalam kelomppok kayu agak resisten-resisten (kelas III-II). Kayu yang berasal dari Serang, umur 11 tahun, termasuk kelompok kayu tidak resisten (kelas IV). Kayu bagian teras dan gubal termasuk dalam kelompok yang sama, yaitu kelas III. Persentase kehilangan berat kayu teras lebih rendah dibandingkan dengan kehilangan berat kayu gubal. Kehilangan berat terendah didapatkan pada kayu mangiium asal Parungpanjang umur 11 tahun, sedangkan kehilangan berat yang tinggi didapatkan pada kayu mangium asal Parungpanjang umur 8 tahun dan asal Serang dengan umur 11 tahun. Jamur yang mampu melapukkan kayu mangium tertinggi adalah Coriolus versicolor diikuti Tyroyces palustris dan Polyporus sp. HHB-209, Pycnoporus sanguineus HHB-324, Schizophyllum commune HHB-204, Postia placenta, sedangkan yang rendah adalah Dacryopinaxspathularia. Chaetomium globosum, Pycnoporus sanguineus HHB-8149, dan Phlebia brevispora. Kehilangan berat tertinggi didapatkan pada bagian gubal kayu mangium umur 8 tahun, berasal dari Parungpanjang, yang diletakkan pada biakan Lentinus lepideus dan yang terendah pada bagian teras kayu tersebut, yang diletakkan pada biakan D. spathularia. Ketahanan kayu dapat dipengaruhi oleh lokasi tempat tumbuh ppohon, umur pohon, posisi kayu pada dolok, jenis dan strain jamur.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain