Mengenal tanaman dan perbenihan Tembesu (Fragraea fragrans Roxb.)
Tembesu merupakan jenis andalan setempat di daerah Sumatera Selatan. Saat ini keberadaannya terancam punah karena dieksploitasi secara besar-besaran, sedangkan laju pelestariannya sangat rendah sehingga upaya pelestarian dan pengembangan jenis ini dirasaakan kian mendesak. Salah saaatu permasalahan di lapangan yang sering dihadapi dalam pelestarian dan pengembangan adaaalah pengadaan dan penanganan benihnya. Pohon ini berbunga dan berbuah pada bulan Mei - Agustus atau Nopember - Januari. Buuah yang sudah mencapai masak fisiologis ditandai dengan buah berwarna merah atau merah terang. ekstraksi benih dilakukan dengan cara meremas buah menggunakan tangan secara berulang-ulang, kemudian dicuci dengan air sampai benih bersih dan tidak ada lendir yang menempel pada kulit benih. Untuk mematahkan dormansinya, ada dua cara perlakuan pendahuluan yaitu : (1) Benih direndam dalam air panas dengan suhu 40 derajat C sselama kurang lebih empat jam dan (2) Benih direndam kedalam air dingin selama 24 jam. Setelah waktu perendaman cukup maka airnya dibuang dan disaring dengan kertas saring kemudian diangin-anginkan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain