Beberap faktor yang mempengaruhi perubahan dalam industri furnitur
Industri furnitur menyumbangkan devisa sebesar 5 - 14 persen per tahun dari total devisa yang dihasilkan produk kehutanan. Furnitur sebagai kebutuhan sekunder memiliki kecenderungan yang berbeda-beda menurut waktu. Perbedaan itu tampak dalam bahan baku, volume produksi dan konsumsi, disain dan selera konsumen, serta perkembangan teknologi yang digunakan dalam proses produksi. Dalam aspek bahan baku, tingkat penggunaan kayu masih dominan sebagai bahan baku furnitur (60 persen), meskipun produksi kayu mengalami keterbatasan. Volume produksi dan konsumsi furnitur berfluktuasi dari tahun ke tahun. Disain terus mengalami perkembangan, tetapi ternyata kategori disain reproduksi dan klasik masih paling banyak disukai masyarakat, masing-masing memperoleh pangsa pasar 41 persen dan 26 persen. Peranan teknologi semakin penting untuk menciptakan produk furnitur yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kecenderungan aspek lainnya. Saat ini industri furnitur telah memasuki era hi-tech.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain