Effects of drainage ditches on water table level,soil conditions and tree growth of degradedpeatland forests in west Kalimantan
DAMPAK PARIT DRAINASE TERHADAP TINGGI MUKA AIR, KONDISI TANAH DAN
PERTUMBUHAN POHON DI HUTAN GAMBUT KALIMANTAN BARAT. Saat ini, hutan gambut tropis
berada di bawah tekanan yang cukup besar karena meningkatnya deforestasi dan degradasi hutan. Di Kalimantan, deforestasi
dan degradasi hutan gambut terutama didorong oleh adanya industri penebangan, perluasan kegiatan pertanian terutama
dari konversi hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan kelapa sawit. Dengan pembangunan parit drainase intensif,
hal ini dapat meningkatkan resiko kebakaran hutan. Drainase parit yang tidak dikelola dengan baik akan mengubah
tinggi muka air di daerah sekitar drainase termasuk daerah di sekitar hutan gambut. Penelitian ini mempelajari pengaruh
drainase terhadap perubahan air muka gambut. Pengukuran muka air dilakukan sebelum dan sesudah lahan gambut
dikeringkan pada tahun 2007/2009 dan 2012/2015 di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa parit drainase pada lansekap lahan gambut menurunkan tinggi muka air lebih dari 3 kali, dari ~ 11,7 cm (SE
= 1,5; n = 5) menjadi ~ 37,3 cm (SE = 2,1 cm; n = 26). Dampak tinggi muka air lebih buruk pada bulan kering
(Juli-Agustus). Menurunnya tinggi muka air gambut mengubah iklim mikro tanah, terutama suhu dan kadar air gambut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di gambut bersamaan dengan pembangunan drainase
akan mempengaruhi tinggi muka air gambut secara beragam. Pada jarak kurang dari 500 m dari drainase, tinggi muka air cenderung meningkat menuju ke arah drainase. Oleh karena itu, restorasi ekosistem hutan gambut harus dimulai dengan
mengelola hidrologi lansekap.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain