Early growth of Acacia mangium, Pinus merkusii, and Shorea leprosula plantation as affected by charcoal application
Salah satu kegiatan dalam proyek "Demonstration Study on Carbon Fixing Forest Management in Indonesia" adalah efek aplikasi arang terhadap pertumbuhan tanaman di hutan tanaman. Fungsi arang sebagai kondisioner tanah adalah memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal. Pembenaman arang ke dalam tanah juga merupakan kegiatan yang dapat menunjang sekuestrasi karbon, oleh karena arang relatif tidak terdekomposisi dalam skala waktu yang panjang. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi wilayah pengelolaan KPH Bogo1; PI: Perhutani Unit II/ Jawa Barat, masing- masing adalah Maribaya (jenis Acacia mangium), Ngasuh (jenis Shorea leprosula) Idan Cianten (jenis Pinus merkusii). Rancangan percobaan yang digzmakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan (kecuali pada Pinus merkusii menggunakan 5 ulangan). Ukuran plot percobaan dilapangan adalah 30 m x 20 m, kecuali untuk Pinus merkusii menggunakan ukuran plot 15 m x 10 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi arang di tiga lokasi hutan tanaman cenderung meningkatkan pertumbuhan ketiga jenis tanaman tersebut. Namun demikian secara statistik pengaruh arang tidak signifikan, hal ini disebabkan kesuburan tanah di tiga lokasi hutan tanaman sudah cukup baik untuk menyediakan hara bagi pertumbuhan tanaman. Pemberian arang juga mampu meningkatkan tingkat K yang dapat dituka1; pH tanah, serra Ca dan Mg yang dapat ditukar
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain