Preliminary study on the effect of charcoal application on the early growth of Acacia mangium, Pinus merkusii, and Shorea leprosula
Dua proses penting yang berhubungan erat dengan simpanan karbon adalah pengikatan karbondioksida melalui proses fotosintesis dan dilanjutkan dengan proses asimilasi karbon. Ketika karbondioksida di atmosfer diserap oleh tanaman don dirubah menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesa, vegetasi hutan menjadi sangat penting di dalam siklus karbon secara global. Hal ini disebabkan karena hutan merupakan paru-paru dunia dengan kapasitas menyimpan karbon yang sangat besal: Penelitian mengenai aplikasi arang sebagai kondisioner tanah dilaksanakan di rumah kaca Puslitbanghut Bogor dan menggunakan media tanah yang berasal dari Maribaya, Cianten dan Ngasuh yang berada di bawah pengelolaan KPH Bogol, PI: Perhutani Unit II/, Jawa Barat. Tanaman yang menjadi obyek penelitian adalah Acacia mangium, Pinus merkusii daD Shorea leprosula. Rancangan percobaan yang digunakan adalah split-plot dengan ulangan 3 kali. Sebagai petak utama adalah 2 ripe arang yaitu arang serbuk (sawdust charcoal) don arang kayu (wood char- coal). Anak petaknya adalah konsentrasi pemberian arang ..0 persen, 10 persen, 15 persen, 20 persen don 30 persen (v/v) diaplikasikan untuk Acacia mangium, 0 persen, 5 persen, 10 persen,20 persen don 40 persen (v/v) diaplikasikan untuk Pinus merkusii, 0 persen, 2.5 persen, 5 persen, 10 persen dan 20 persen (v/v) diaplikasikan untuk Shorea leprosula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah meningkat dari 4.5 menjadi 6.0 pada konsentrasi arang 40 persen. Arang kayu (wood charcoal) lebih baik dalam memperbaiki pH tanah daripada arang serbuk (sawdust charcoal). Meskipun demikian, sawdust charcoallebih baik daripada wood charcoal dalam menghasilkan pertumbuhan Shorea leprosula don Pinus merkusii umur 6 bulan, tetapi tidak berlaku pada jenis Acacia mangium.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain