Estimating carbon fixation potential of plantation forests : Case study on Acacia mangium plantation
Kegiatan penanaman kembali (aforestasi dan reforestasi) merupakan kegiatan yang sangat prospektif dalam hubungannya dengan mekanisme pembangunan bersih atau Clean Development Mechanism (CDM). Hal tersebut merupakan peluang untuk mengundang investasi pada sektor kehutanan dan menjaga pembangunan yang lestari di negara-negara berkembang. Proyek Demonstrasi Studt Pengelolaan Hutan Memfiksasi Karbon di Indonesia (Demonstration Study on Carbon Fixing Forest Management in Indonesia) telah dilaksanakan dengan melakukan pengukuran pada hutan tanaman Acacia mangium yang dikelola oleh PI: Perhutani Kabupaten Bogol, Propinsi Jawa Barat. Pengumpulan data simpanan karbon selain dilakukan pada biomassa di alas tanah, juga dilakukan pengukuran biomassa pada perakaran tanaman. Makalah ini menyajikan persamaan allometrik pada Acacia mangium untuk memperkirakan secara mudahjumlah biomassa total. Persamaan allometrik biomassa total yang diperoleh pada Acacia mangium adalah y = 0.0528x/.36/2 dengan koefisien korelasi sebesar 99.19 persen. Berdasarkan persamaan allometrik tersebut diperoleh biomassa total Acacia mangium berumur 10 tahun sebesar 82.24 ton/ha yang terdiri daTi biomassa pohon sebesar 78.46 tonl ha dan biomassa tanaman bawah sebesar 3. 78 tonlha. Biomassa total yang sudah dihitung kemudian dibandingkan datanya dengan data-data penelitian sebelumnya (termasuk pada hutan tanaman Acacia mangium dan tanaman yang digunakan sebagai baseline). Pada akhirnya, daTi data tersebut dapat diperkirakan potensi simpanan karbon Acacia mangium.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain