Pola partisipasi Masyarakat pada pembangunan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Propinsi sulawesi Selatan
Saat ini pemanfaatan sumberdaya hutan tidak lagi semata-mata dilakukan dengan pendekatan produksi yang mengutamakan keuntungan finansial, tetapi dilakukan dengan pola manajemen sumberdaya alam, berupa hutan dalam suatu sinergitas antara aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Pelaksanaannya melalui pendekatan yang mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu pola partisipasi dan pengembangannya terhadap pembangunan HKm. Lokasi penelitian terletak di tiga (3) desa, yaitu Desa Kapita, Kec.Bangkala, Kab. Jeneponto, Desa Labuaja, KecCenrana, Kab. Maros, dan DesaBaturappe, Kec.Bungya, Kab.Gowa. Pelaksanaan penelitian pada bulan Juli sampai dengan Dessember 2001. Metodologi penelitian, pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive. Jumlah sampel setiap lokasi 25 responden, sehingga jumlah seluruh responden 75 orang. Jenis data yang dikumpulkan, meliputi data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan 'analysis discription'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola partisipasi masyarakat dalam pembangunan hutan Kemasyarakatan (HKm) pada ketiga tempat hampir sama. Pola partisipasi masyarakat yang dapat dikembangkan adalah pola partisipasi aktif. pola ini harus mengikut ssertakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Perguruan Tinggi setempat, sebagai pendamping petani dan HKm dapaat meningkatkan pendapatannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain