Strategi Pemasaran Kayu Gergajian Sengon di Kabupaten tasikmalaya
Sejalan dengan program pemerintah bahwa kayu sengon sangat berpotensi untuk dikembangkan dimasyarakat dan merupakan salah satu produk kayu rakyat, di Kabupaten Tasikmalaya kayu sengon sudah cukup berkembang dengan luas hutan rakyat pada tahun 2000 seluas 22.604,35 Ha, dengan jumlah anggota sebanyak 90.450 orang dan mampu memproduksi kayu bulat sebanyak 56.608 batang atau 9.169.066 M3. Walaupun demikian pada kenyataannya bahwa industri-industri penggergajian yang ada mendapat kendala atau masalah dalam memperoleh pasokan bahan baku kayu sengon yang berdiameter layak untuk diproduksi menjadi kayu gergajian sebagai pasokan untuk dikonsumsi setempat yaitu industri barang jadi. Adapun pelaku pemasarannya adalah : a) Petani, b) Pedagang Pengumpul, c) Industri penggergajian dan d) Industri Barang Jadi, dengan melakukan strategi pemasaran untuk setiap pelaku pemasaran dalam meningkatkan nilai tambah Kata kunci : Kayu Sengon, Pasokan, Pelaku Pemasaran, Strategi Pemasaran, Nilai Tambah. Strategi yang dilakukan di tingkat petani yakni menjual kayu berdasarkan besar pohon berdiri, di tingkat pedagang pengumpul dengan menjual berdasarkan kelas diameter kayu, di tingkat industri penggergajian menjual berdasarkan ukuran kayu dan di tingkat industri barang jadi menjual daun pintu dan bare core.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain