Evaluasi Efektifitas Penyaluran dan Pemanfaatan Kredit Usaha Hutan Rakyat
Penelitian yang dilakukan di propinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tahun 2000 ini bertujuan mengevaluasi skim kredit usaha hutan rakyat (KUHR) ditinjau dari aspek penyaluran dan pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Jawa rata-rata pemilikan lahannya sempit, dimana umumnya petani ingin tetap mengusahakan lahannya dengan tanaman semusim sehingga pembangunan hutan rakyat ditempuh dengan cara melakukan kombinasi tanaman kayu dan tanaman semusim melalui beberapa pola pemanfaatan lahan.Pembangunan hutan rakyat diharapkan dapat mengurangi laju kerusakan hutan alam sehingga hutan rakyat di luar Jawa dibangun di lahan masyarakat yang terlantar, tidak produktif dan terletak disekitar hutan. Pemilihan atau pemanfaatan lahan secara tepat dapat menjadikan hutan rakyat sebagai penunjang keberlangsungan hidup dan kesejahteraan petani sehingga dapat berfungsi sebagai tabungan (saving account) petani. Jenis tanaman hutan rakyat sebaiknya memiliki kepastian pasar dan jenis asli daerah setempat yang sudah biasa dibudidayakan oleh masyarakat sehingga teknik budidaya, pengelolaan dan pemasaran produknya telah dikuasai. Posisi petani dalam pemanfaatan kredit sangat lemah, pola kemitraan tidak konsisten dalam melakukan pembagian manfaat dan beban resiko, mitra telah mengeksploitasi hak petani melalui pengadaan sarana-prasarana dan saprodi yang nantinya dapat pula dilakukan dalam penentuan kualita, diameter dan harga kayu hasil hutan rakyat, kelompok tani kurang mampu menguatkan posisi petani dalam bernegosiasi dengan mitra, serta tujuan penyelenggaraan kemitraan tidak mudah diwujudkan. BPD bertindak sebagai bank penyalur (channeling agent), menarik provisi sebesar 0,5 persen dan menerima biaya penanganan (handling fee) sebesar 0,5 persen dari KUHR yang disalurkan dan bertindak sebagai executing agent adalah Tim Departemen Kehutanan. Terdapat berbagai bentuk permasalahan di lapangan yang dapat menghambat efektivitas penyaluran kredit sehingga kurang tepat waktu dan pemanfaatan KUHR tidak efektif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain