Rekalkulasi pengusahaan bambu rakyat di Kabupaten Tasikmalaya
Maju mundurnya pengusahaan bambu rakyat di Kabupaten Tasikmalaya sangat dipengaruhi oleh sedikitnya empat faktor penting seperti : mutu tanaman, mutu sumber daya manusia, input teknologi dan aspek pasar. Kabupaten Tasikmalaya mempunyai potensi bambu cukup besar setara 2.985.957 batang menempati luasan 7.464,89 ha dan tersebar merata pada 39 kecamatan. Dibandingkan dengan luas wilayah Tasikmalaya, penutupan lahannya mencapai 3,62 persen. Potensi yang besar tersebut kurang didukung oleh jumlah pengrajin dan kemampuan sumber daya manusia yang memadai sehingga potensi bahan baku tidak termanfaatkan secara optimal. Lebih disayangkan lagi, melimpahnya sumber daya alam tersebut tidak mampu memicu tumbuhnya sektor ekonomi (pedesaan) sehingga sebagian besar nilai tambah tanaman bambu tidak dinikmati petani lokal. Kajian ini bertujuan untuk menggali informasi yang berkaitan dengan pengusahaan bambu rakyat dan mengetahui kondisi saat ini dari faktor-faktor pendukung dan penghambat agar rencana pengembangan di Kabupaten Tasikmalaya bisa lebih terarah. Analisis SWOT dipergunakan untuk mengidentifikasi semaua indikator penting yang mempengaruhi pengusahaan bambu rakyat di Tasikmalaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa merubah tradisi yang sudah mendarah daging di kalangan petani dari usaha tani ke pengrajin tidak bisa dilakukan dengan cepat (memerlukan proses panjang) dan harus dibarengi dengan menampilkan contoh-contoh praktis serta mudah dimengerti dan secara ekonomi menguntungkan. Beberapa indikaator penting yang bisa dipandang sebagai kekuatan adalah potensi potensi bambu sangat tinggi dan pasar masih terbuka serta mudah diakses. Sedangkan kelemahan dan ancamannya adalah minat sebagian besar petani untuk menjadi pengrajin masih rendah, intensitas pengelolaan tanaman rendah dan teknologi pendukung (pengeringan) belum memadai. Namun semua faktor penghambat tersebut bisa dieliminir jika pemerintah daerah memberi perhatian serius melalui berbagai bantuan (modal maupun advokasi teknis) asehingga semua peluang (opportunities) bisa diwujudkan menjadi kenyataan (realities).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain