Kajian sikap masyarakat menuju pemberdayaan kelembagaan hutan rakyat (Studi kasus di Desa Pasirsalam, Sukapada dan Nangewer, Kabupaten Tasikmalaya)
Salah satu kegiatan social forestry yang ingin dicapai oleh pemerintah adalah pengembangan masyarakat antara lain melalui pengembangan dan penguatan institusi serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia (Aparatur dan masyarakat), sehingga mampu memanfaatkan setiap peluang usaha yang ada disekitarnya dan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi masyarakat desa hutan, sehingga akan tercipta kemandirian dari masyarakat dengan percaya kepada sdm dan kekayaan alam wilayahnya. Salah satu caranya yaitu dengan pembentukan kelembagaan yang mandiri dan berkualitas, untuk itulah dilakukan kegiatan kajian sikap mengenai kelembagaan hutan rakyat, dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik petani responden. Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya yaitu dua kecamatan yang meliputi tiga lokasi penelitian, pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja. Pelaksanaannya yaitu bulan September - Oktober. Responden dalam kegiatan penelitian yaitu petani anggota kelompok tani hutan rakyat yang dipilih secara sengaja setiap lokasinya, selanjutnya kepada respponden tersebut dilakukan wawancara dengan menggunakan quisioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, data yang terkumpul diolah dan dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil wawancara diketahui bahwa sikap responden terhadap kelembagaan yang terlibat dalam pembangunan hutan rakyat hampir seluruhnya positif, kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh respponden mengetahui keberadaan dan manfaat dengan adanya kelembagaan tersebut, selain itu sikap yang positif ini menunjukkan bahwa responden siap untukmensukseskan semua program hutan rakyat baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta, kondisi ini merupakan modal awal dalam program pembangunan hutan rakyat yang partisipatif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain