Implementasi social forestry dalam rangka rehabilitasi lahan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB)- Jawa Timur
Penelitian tentang implementasi social forestry (SF) dalam rangka rehabilitasi lahan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dilaksanakan di 3 (tiga) desa penyangga yaitu Andongrejo, Curahnongko dan Sanenrejo. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari sejauh mana aplikasi kegiatan SF mampu mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya. Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan responden yang dipilih dengan metoda purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui sosialisasi dan pendekatan yang intensif dan kontinyu kepada masyarakat, kegiatan SF di areal TNMB mampu merubah persepsi dan perilaku masyarakat di sekitarnya yang tadinya bersifat destruktif menjadi konstruktif. Uji coba rehabilitasi lahan dengan pengembangan berbagai tanaman hutan, jenis pohon serba guna (JPSG) dan tanaman obat-obatan yang awalnya hanya seluas 7 ha dengan jumlah peserta 45 KK telah mendorong pengembangan replikasi model seluas ± 1.500 Ha dengan melibatkan lebih dari 3.000 KK. Koordinasi yang kuat dan keterlibatan berbagai stakeholder (LATIN/KAIL-Fahutan IPB - Balai TNMB - Pemda setempat - masyarakat lokal) yang secara aktif dan saling mendukung berupaya mengatasi berbagai permasalahan dalam upaya rehabilitas lahan di TNMB adalah faktor utama keberhasilan program SF di daerah tersebut. Selain itu dikembangkannya berbagai aktivitas pendukung kegiatan rehabilitasi lahan seperti pengembangan industri jamu TOGA (Tanaman Obat Keluarga) serta beragam usahatani produktif yang lain juga mendukung keberhasilan program. Secara umum, implementasi kegiatan SF di TNMB memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya dalam wujud kondisi lingkungan yang lebih baik, peningkatan pendapatan serta perubahan persepsi masyarakat terhadap TNMB.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain