Hubungan sifat dasar dan sifat pengeringan lima jenis kayu andalan Jawa Barat
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sifat dasar kayu dalam hubungannya dengan sifat pengeringan lima jenis kayu andalan Jawa Barat, yaitu pulai kongo (Alstonia congensis Engl.), kibawang (Azadirachta excelsa Jack.), salamander (Grevillea robusta A.Cunn), mahoni (Swietenia macrophylla King) dan suren (Toona sureni Merr.). Pengujian sifat dasar kayu meliputi berat jenis, penyusutan, keteguhan patah, tekan sejajar serat, kekuatan kayu, dan struktur anatomi kayu. Sedangkan pengujian sifat pengeringan meliputi lamanya pengeringan dan mutu kayu. Metode pengeringan yang digunakan adalah metode alami (suhu 29oC - 35oC) dan pengeringan suhu tinggi (suhu 100oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis dan struktur anatomi kayu mempengaruhi sifat pengeringan kayu. Berdasarkan mutu pengeringan dan sifat-sifat kayu, bagan pengeringan (suhu dan kelembaban) yang optimal bagi kayu pulai kongo dan mahoni adalah 70oC - 95oC dan 29 persen - 75 persen, kayu kibawang 65oC - 88oC dan 29 persen - 78 persen, kayu suren 65oC - 90oC dan 29 persen - 78 persen, dan kayu salamander 58oC - 83oC dan 27 persen - 82 persen. Skedul pengeringan ini perlu diujicobakan terlebih dahulu sebelum diterapkan di industri. Berdasarkan berat jenis, kekuatan, dan nilai dekoratifnya, kayu kibawang, salamander, mahoni, dan suren cocok untuk dijadikan bahan baku mebel indah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain