Pemanfaatan Lignin dari Lindi Hitam untuk pembuatan Kopolimer Lignin Resorsinol formaldehida sebagai perekat kayu Lamina
Lindi hitam yang dihasilkan oleh pabrik pulp di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2,3 juta ton/tahun. Larutan ini sudah sejak lama diupayakan pemanfaatannya sebagai bahan perekat untuk keperluan industri kayu, terutama untuk jenis perekat kempa dingin (coldsetting). Dalam penelitian ini lindi hitam diisolasi untuk memperoleh isolat lignin dengan menggunakan metode pengendapan berulang (represipitasi). Selanjutnya pada isolat lignin ditambahkan resorsinol dan formaldehida dengan nisbah mol Lignin (L) : Resorsinol (R) : Formaldehida (F) = 1 : 0.5 : 2. Sifat fisis, mekanis, dan kimia perekat diuji dan dievaluasi dengan menggunakan prosedur yang diuraikan dalam standar Indonesia (SNI) dan Jepang (JAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat lignin yang diperoleh dari lindi hitam mengandung gugus fungsi khas, yaitu hidroksifenolik dan metoksil. Kopolimer lignin resorsinol formaldehida yang dibuat dari lignin isolat tersebut memiliki ciri khas pada bilangan gelombang spektrofotometer inframerah (FTIR) yang mirip dengan ciri yang dimiliki oleh resin fenol resorsinol formaldehida. Perekat yang dihasilkan dari kopolimerisasi lignin dengan resorsinol dan formaldehida ini berbentuk cairan berwarna merah kecokelatan, berbau khas fenol, memiliki kadar resin padat 48,95 persen, formaldehida bebas 3,71 persen, dan waktu tergelatin 227,5 menit. Perekat lignin resorsinol formaldehida dapat digunakan pada produk kayu lamina.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain