Pengaruh umur dan posisi letak ruas pada batang terhadap sifat pengeringan tiga jenis bambu
Bambu merupakan tanaman serbaguna yang penting di Indonesia. Banyak digunakan dalam industri, konstruksi, mebel, dan keperluan lainnya. Seperti halnya dengan produk dari kayu, bambu sebagai bahan baku juga perlu dikeringkan. Pengeringan bambu yang dilakukan dengan tepat dapat meminimalkan perubahan bentuk selama pemakaian, meningkatkan kekuatan, dan mengurangi kerusakan karena pengeringan. Tujuan dari penelitian adalah menguji pengaruh umur dan letak ruas pada batang terhadap sifat pengeringan tiga jenis bambu, yaitu mayan (Gigantochloa robusta Kurz), tali (Gigantochloa apus Kurz), dan hitam (Gigantochloa atroviolacea). Penetapan suhu pengeringan yang optimal untuk mengeringkan tiga jenis bambu tersebut juga akan dilakukan dalam percobaan ini. Penetapan suhu pengeringan diawali dengan percobaan mengeringkan bambu pada suhu 80 C secara konstan dan pengamatan cacat-cacat yang muncul, selama pengeringan, seperti pecah/retak, dan mengerinyut atau kempis (kolap).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat pengeringan setiap jenis bambu dipengaruhi oleh umur pohon dan letak ruas pada batang. Makin tua bambu dan makin ke ujung letaknya penyusutannya makin rendah. Kecepatan pengeringan bambu muda lebih tinggi dibandingkan dengan bambu yang berumur lebih tua, namun memiliki mutu yang rendah. Suhu pengeringan yang sesuai untuk mengeringkan bambu-bambu tersebut berkisar antara 30 - 50oC. Suhu pengeringan ini perlu diujicobakan terlebih dahulu sebelum diterapkan dalam skala komersial.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain