Pengaruh diameter pohon, umur dan kadar stimulan terhadap produktivitas getah tusam (Pinus merkusii Jungh et.de. Vries)
Tulisan ini bertujuan untuk menelaah pengaruh diameter pohon, umur, kadar stimulan dan periode pemungutan terhadap produktivitas getah tusam yang dihasilkan pada tiga petak dan beberapa jalur pengamatan. Penelitian dilakukan pada tiga buah petak sadapan (petak I umur 15 tahun, petak II umur 18 tahun dan petak III umur 24 tahun) dimana masing-masing petak dibagi dalam beberapa jalur pengamatan. Pada petak I, keragaman produksi rata-rata pada jalur pengamatan berkisar antara 120,25 - 44,63 gram/pohon/periode. Produksi rata-rata tertinggi dicapai pada pemakaian kadar stimulan 15 persen (80,08 gram/periode/pohon), diikuti oleh pemakaian kadar stimulan 20 persen (76,76 gram/pohon/periode), kadar stimulan 10 persen (61,79 gram/pohon/periode) dan terakhir tanpa pemakaian stimulan (47,81 gram/pohon/periode). Hubungan antara diameter pohon dengan tingkat pemakaian kadar stimulan pada beberapa jalur pengamatan terhadap produktivitas rata-raaata getah tusam adalah garis lurus. Pada petak II, produksi rata-rata getah tusam tertinggi dihasilkan pada periode pemungutan kedua (62,89 gram/pohon), diikuti oleh periode ketiga (56,32 gram/pohon) dan selanjutnya periode pertama (47,71 gram/pohon). Keragaman periode rata-rata pada jalur pengamatan berkisar antara 81,97 - 39,21 gram/pohon/periode. Produksi rata-rata tertinggi dicapai pada pemakaian kadar stimulan 20 persen (68,08 gram/periode/pohon), diikuti oleh pemakaian kadar stimulan 10 persen (54,04 gram/pohon/periode), kadar stimulan 15 persen ( 52,15 gram/pohon/periode) dan terakhir tanpa pemakaian stimulan (48,35 gram/pohon/periode). Sama seperti petak I, hubungan antara diameter pophon dengan tingkat pemakaian kadar stimulan pada beberapa jalur pengamatan terhadap produktivitas rata-rata getah tusam adalah garis lurus. Pada petak III, produksi rata-rata terbesar dihasilkan pada periode pemungutaan ketiga (50,71 gram/pohon), disusul oleh periode kedua (49,89 gram/pohon) dan selanjutnya periode pertama (43,56 gram/pohon). Keragaman produksi rata-rata pada jalur pengamatan berkisar antara 63,84 - 36,06 gram/pohon/periode. Produksi rata-rata tertinggi dicapai pada pemakaian kadaaar stimulan 20 persen (54,71 gram/periode/pohon), diikuti oleh pemakaian kadar stimulan 15 persen (51,05 gram/pohon/periode), kadar stimulan 10 persen (44,28 gram/pohon/periode) dan terakhir tanpa pemakaian stimulan (42,17 gram/pohon/periode). Hubungan antara diameter pohon dengan tingkat pemakaian kadar stimulan pada beberapa jalur pengamatan terhadap produktivitas rata-rata getah tusam cenderung linier. Semakin tinggi (tua) umur pohon yang digambarkan dengan pembagian petak, cenderung menghasilkan getah lebih sedikit. Produksi rata-rata getah pada petak I (15 tahun) dan petak II (18 tahun) masing-masing sebanyak 71,46 gram/pohon dan 46,07 gram/pohon, relatif lebih banyak dari produksi getah pada petak III (24 tahun) sebanyak 41,17 gram/pohon.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain