Pengendalian hama penggerek pucuk Hypsipyla robusta Moore pada tegakan Mahoni Afrika Khaya anthotheca C.DC menggunakan Insektisida Biologi dan Kimia
Khaya anthotheca C.DC. (mahoni afrika) umur 1-2 tahun di daerah Majenang, Jawa Barat mendapat serangan berat oleh penggerek pucuk Hypsipyla robusta Moore (Lipidoptera, Phyralidae). Serangan hama ini pada tegakan mencapai 20,33 persen dalam berbagai keadaan dari yang kerusakan ringan sampai kerusakan berat yang dapat mematikan tegakan. Untuk mengendalikan hama ini dilakukan percobaan di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam di Bogor menggunakan insektisida biologi dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis yang dikapsulkan dalam Pseudomonas fluorescens (insektisida B) 3 dan 5 cc/l dan insektisida biologi dengan bahan aktif B. thuringiensis (insektisida A) 5 dan 10 cc/l, insektisida kimia dengan bahan aktif dimetoat 396 gr/l) insektisida D) dan insektisida kimia dengan bahan aktif karbofuran 3 persen (insektisida C). Hasilnya menunjukkan bahwa pemakaian insektisida tersebut semuanya efektif untuk mengendalikan hama. Percobaan selanjutnya di lapangan memakai insektisida C (5 dan 10 gr/pohon), insektisida D (5 cc dan 10 cc/l) dan insektisida biologi A (5 cc dan 10 cc/l) insektisida B (3 cc dan 5 cc/l) dan kontrol. desain percobaan menggunakan RCBD. Tiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman dan diulang tiga kali. Hasilnya menunjukkan bahwa insektisida yang digunakan di lapangan cukup efektif untuk mengendalikan hama. Namun demikian insektisida C yang bertahan aktif berperan 3 persen, 5 gr/tanaman yang dicampur pupuk dan dipakai untuk memupuk tanaman tumpangsari atau dipakai tersendiri lebih murah dan efisien.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain