Pengaruh hormon IBA terhadap pertumbuhan stek Shorea balangeran (Korth.) Burck pada Media air di rumah kaca Loka Litbang Satwa Primata Kalimantan Timur
Masalah utama dalam pembangunan tanaman dipterokarpa berkaitan dengan kurang penyedian bibit. Hal ini dikarenakan masa berbunga dari jenis suku ini tidak teratur dan berbuah massal hanya terjadi pada interval waktu 3 sampai dengan 10 tahun, selain benihnya tidak dapat disimpan lama dan hanya beberapa minggu. Salah satu pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan metoda pembiakan vegetatif. Percobaan pengaruh hormon IBA dan bahan stek terhadap pertumbuhan Shorea balangeran (Korth.) Burck pada media cair telah dilaksanakan di rumah kaca Loka Litbang Satwa Primata, Kalimantan Timur. Tujuan dari percobaan ini untuk mendapatkan informasi sumber bahan dan dosis hormon IBA yang optimal terhadap pertumbuhan stek Shorea balangeran Korth. pada media cair (air). Perlakuan di dalam percobaan ini adalah dua bahan stek dan lima dosis hormon IBA. Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dalam pola acak lengkap dengan ulangan 3 kali. Hasil menunjukkan bahwa bahan dari stek batang lebih tinggi dibandingkan denagn bahan stek pucuk yaitu persen stek yang berakar (73 persen), jumlah akar (14 helai), panjang akar (14 cm). Hormon IBA pada dosis 25 ppm telah memberikan hasil yang cukup tinggi dibandingkan dengan dosis yang lain setelah 8 (delapan) minggu pengamatan, yaitu persen stek berakar (42 persen), jumlah akar ( 14 helai), dan panjang akar (16 cm). Dengan demikian untuk penyedian bibit stek Shorea balangeran Korth. di persemian dapat direkomendasikan dengan bahan dari stek batang dan direndam selama 15 menit dengan dosis hormon IBA 25 ppm pada sistem media tumbuh akar air.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain