Studi potensi Biofisik Taman Hutan Raya Djuanda Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biofisik dalam rangka pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung. Pengamatan meliputi potensi vegetasi dengan metode jalur. Pengamatan satwa dan kerusakan kawasan dilakukan pada jalur dan metode yang sama dengan vegetasi serta dikombinasikan dengan metode perjumpaan langsung dan tidak langsung. Sedangkan untuk satwa kera ekor panjang dilakukan dengan metode konsentrasi. Selain itu dilakukan analisis, baik kualitas maupun kuantitas sarana wisata yang tersedia dan hubungannya dengan jumlah pengunjung. Tahura Djuanda mempunyai luas 590 ha yang terdiri dari blok perlindungan seluas 560 dan blok pemanfaatan 30 ha. Pada blok perlindungan vegetasi pohonnya didominasi oleh pinus (Pinus merkusii), sedangkan pada blok pemanfaatan didominasi oleh jenis pohon kimenyan (Styrax benzain), nantu (Palaquium obtesifolium), mahoni (Switenia mahagoni), kolentang (Maringa oleifera) dan bayur (Pterospermum javanicum). Jenis satwa yang dijumpai terdiri dari kelas aves (9 jenis), kelas mammalia (10 jenis), dan reptil (2 jenis). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengelolaan Tahura Djuanda belum optimal, hal ini ditunjukkan dengan tidak terpeliharanya sarana yang ada dan berakibat pada menurunnya wisatawan yang datang. Di blok perlindungan Tahura Djuanda terdapat masalah berupa enclave dan perambahan, hal ini jika tidak segera ditanggulangi dikhawatirkan akan mempengaruhi fungsi pokok kawasan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain