Analisis Keputusan Terhadap Masalah Moratorium Penebangan Hutan Alam Dengan Metoda analytical Hierarchy Process
Kehutanan merupakan sektor ekonomi yang penting bagi perekonomian nasional. Selama 10 tahun terakhir deforestasi hutan alam Indoensia terjadi dengan laju 1.6 - 2.0 juta ha per tahun. Pengelolaan hutan alam dihadapkan pada pilihan yang sulit apakah akan menghentikan atau meneruskan penebangan. Penghentian penebangan atau yang dikenal dengan moratorium logging disuarakan secara keras oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat untuk menyelamatkan hutan dan mengurangi kondisi lingkungan yang memburuk. Akan tetapi, menurut pihak yang menentang penghentian penebangan tidak akan efektif karena maraknya penebangan liar dan defisit supply dan demand akan kayu yang besar. Pemerintah akhirnya memutuskan melanjutkan penebangan dengan kebijakan yang dikenal dengan sebutan softlanding paling tidak untuk sementara waktu. Maksud tulisan ini adalah untuk melakukan analisis atas masalah keputusan antara Penghentian penebangan atau Melanjutkan-penebangan. Masalah ini diformulasikan sebagai masalah keputusan dalam lingkungan yang kompleks mengingat potensi dampaknya pada kondisi ekonomi, sosial, politik dan lingkungan hidup. Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk melakukan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif Melanjutkan penebangan memiliki nilai prioritas yang lebih tinggi daripada Penghentian penebangan, yakni: 0.6439 versus 0.3561. Keputusan tersebut cukup kuat karena bersifat tidak peka terhadap kemungkinan perubahan variabel (kriteria utama) berupa manfaat, biaya, peluang atau resiko.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain