Text
Sejarah pengembangan pertambangan PT. Freeport Indonesia di Provinsi Papua Jilid 3: tambang dan pengelolaan lingkungannya
Limbah yang dihasilkan dalam kegiatan pertambangan terdiri dari overburden dan tailing. Dari segi volume, kedua jenis limbah ini memiliki korelasi, tetapi wujudnya berbeda. Limbah tambang berbeda dengan limbah pabrik, sehingga memerlukan perhatian khusus, bukan hanya karena volumenya yang besar, tetapi juga karena dampaknya terhadap lingkungan.
Sebagai gambaran, untuk menghasilkan 1 ton batuan bijih, overburden yang harus dibuang bisa mencapai 3-5 ton. Bisa dibayangkan dampaknya jika limbah ini tidak dikelola dengan baik. Dalam menangani limbah, perusahaan tidak hanya melakukan penelitian yang tepat, tetapi juga mengupayakan lokasi pembuangan limbah yang aman dan berkelanjutan.
Buku ini menggambarkan bagaimana PT Freeport Indonesia sebagai pengelola tambang telah memikirkan skenario ketika tambang ditutup karena sudah tidak menghasilkan lagi. Potensi terbentuknya ghost town atau kota mati telah diantisipasi jauh sebelumnya. Selain itu, masa depan masyarakat setempat juga menjadi perhatian utama, dengan pembangunan berbagai fasilitas seperti rumah sakit, sekolah yang layak, serta program pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan mereka setelah tambang tidak lagi beroperasi.
| 23211018504 | 622 SOE s III (1) | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-6) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain