Text
Membangun tambang di ujung dunia: Sejarah pengembangan pertambangan PT. Freeport Indonesia di Provinsi Papua, jilid 1
Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi dan penjelasan mengenai PT Freeport sejak masa persiapan hingga akhir abad XX kepada pemerintah dan masyarakat. Buku ini secara khusus menjadi sumber referensi bagi staf Indonesia yang memegang kendali di PT Freeport Indonesia.
Jilid pertama buku ini, berjudul Membangun Tambang di Ujung Dunia, mengungkapkan perkembangan usaha pertambangan pertama di tanah Papua sejak penemuan lokasi ini pertama kali dicatat, meskipun awalnya tidak menarik perhatian banyak pihak. Hal ini serupa dengan laporan pelaut Belanda, Cartenz, yang pertama kali melihat kilauan salju di atas pegunungan yang kemudian menyandang namanya.
Baru pada awal abad XX, muncul perhatian dari berbagai pihak, salah satunya Pemerintah Hindia Belanda, yang mengirimkan tim ekspedisi dengan tujuan utama melakukan pemetaan dan mengumpulkan data-data lapangan. Pada tahun 1920, disusunlah peta pertama wilayah Papua bagian barat. Namun, peta ini masih mengandung banyak area kosong atau terra incognita, yaitu tanah yang belum dikenal.
Tidak banyak perubahan yang terjadi hingga perusahaan minyak Belanda, NNGPM, melakukan eksplorasi di wilayah tersebut pada tahun 1930-an. Petualangan tiga sekawan anggota NNGPM yang memiliki hobi mendaki gunung membawa mereka ke Pegunungan Cartenz. Tak disangka, mereka menemukan gunung bijih yang jelas memiliki prospek pertambangan yang menggiurkan.
| 23211018502 | 622 SOE m | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-6) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain