Text
Peta Jalan Litbang Bahan Bakar Nabati: Menuju Mandiri Energi
Abstrak: Bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel yang berasal dari kelapa sawit telah menyubstitusi sebagian kecil konsumsi konsumsi minyak solar di Indonesia sejak 2007, tetapi memiliki nilai kalor dan stabilitas oksidasi lebih rendah dibandingkan solar. Teknologi hidrogenasi katalitik merupakan salah satu rute proses produksi yang telah mencapai tahap komersial untuk memproduksi greendiesel. Sumber BBN: tanaman penghasil minyak dan lemak (kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, nyamplung, kemiri sunan, karet (biji), pongamia), tanaman penghasil pati/gula (tebu, singkong, jagung, sagu, aren), tanaman mengandung lignoselulosa (rumput gajah, limbah hasil hutan, limbah hasil pertanian), Alga (makroalga, mikroalga). Aplikasi mikroalga secara komersial antara lain: makanan/suplemen, pakan, terapi, pewarna, sumber bahan kimia, bahan bakar, zat pengatur tumbuh, lainnya. Tantangan teknologi dalam pembuatan bioetanol generasi pertama terfokus pada teknologi enzim pada proses hidrolisis dari pati. Tantangan utama pada generasi kedua yang menggunakan lignoselulosa sebagai bahan baku adalah mengubahnya menjadi monosakarida, selanjutnya adalah memutuskan ikatan antarglukosa dalam selulosa. Tahapan produksi: tahapan perlakuan awal, sakarifikasi, fermentasi, distilasi dan pemurnian; Biodiesel merupakan bahan bakar ramah lingkungan dan terbarukan dan digunakan sebagai bahan bakar pengganti setara minyak solar. Mutu biodiesel dipengaruhi oleh ketidakjenuhan (ikatan rangkap), stabilitas oksidasi, kualitas penyalaan (bilangan setana), dan sifat alir kondisi dingin (titik tuang dan titik beku). Hidrodeoksigenasi minyak nabati adalah proses katalitik untuk menyingkirkan oksigen, sehingga menghasilkan produk utama n-parafin. Dekarboksilasi adalah penyingkiran gugus karboksil dari suatu senyawa kimia dengan menghasilkan karbondioksida. Unit FCC bekerja dengan merengkah umpan hidrokarbon berantai panjang menjadi berantai pendek. Prinsip ini memungkinkan diterapkan pada berbagai tipe umpan selama memiliki rantai hidrokarbon lebih panjang daripada bensin. Teknologi Pendukung Produksi Bahan Baku Biohidrokarbon: proses pirolisis, likuifaksi dan gasifikasi. Keekonomian BBN sangat dipengaruhi biaya produksi dan biaya sosial yang terkait dengan insentif dan regulasi. Pengembangan BBN mulai diperhitungkan dalam perencanaan nasional sejak diterbitkannya Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Kata kunci: bahan bakar nabati, biodiesel, bioetanol, biofuel, alga, energi
| 21211018175 | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain