Text
Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Media Sapih Kayu Bawang(Azadirachta excelsa (Jack) M. Jacob) Dengan Beberapa Frekuensi Penyiraman.
Kayu bawang adalah jenis tanaman lokal Provinsi Bengkulu yang sudah lama digunakan untuk kayu pertukangan dan kayu mebel. Pembibitan kayu bawang memerlukan media sapih. Semakin banyak bibit yang akan diproduksi memerlukan media sapih yang semakin banyak pula. Media sapih yang paling sering digunakan adalah top soil. Tanah gambut dapat digunakan sebagai media sapih untuk mengurangi penggunaan top soil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bibit kayu bawang menggunakan media sapih tanah gambut dan media sapih tanah ultisol lapisan atas dengan beberapa frekuensi penyiraman di persemaian, dan mengetahui pertumbuhan awal di lahan. Penelitian dilakukan di kawasan Universitas Bengkulu, pada bulan November 2014 - Oktober 2015. Percobaan pada tingkat persemaian menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media sapih (M), terdiri dari 2 taraf: M1 (tanah gambut) dan M2 (tanah ultisol lapisan atas). Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman (P), terdiri dari 4 taraf: P1 (penyiraman 1 kali setiap hari), P2 (penyiraman 2 kali setiap hari), P3 (penyiraman 1 kali setiap 2 hari), P4 (penyiraman 2 kali setiap dua hari). Percobaan ini dilanjutkan dengan uji lapang menggunakan rancangan yang sama. Pertumbuhan bibit kayu bawang pada media sapih tanah gambut dan media sapih tanah ultisol lapisan atas dengan beberapa frekuensi penyiraman umur 3 bulan di persemaian menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada variabel tinggi, diameter, klorofil daun (tingkat kehijauan daun), dan nilai kekokohan bibit kayu bawang. Pertumbuhan awal di lahan 5 bulan setelah tanam menunjukkan perlakuan media dan penyiraman tidak berbeda nyata pada variabel tinggi dan diameter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kayu bawang mampu tumbuh baik pada media sapih tanah gambut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain