Text
Kajian Pola Pemanfaatan Lahan Gambut Oleh Masyarakat di Beberapa Daerah Provinsi Kalsengteng
Lahan gambut memiliki peran penting bagi masyarakat di sekitarnya, tidak hanya sebagai pengendali ekosistem tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian. Berbeda dengan lahan mineral yang umumnya lebih subur, budidaya tanaman di lahan gambut memiliki banyak kendala. Masyarakat menyesuaikan pola pemanfaatan lahan gambut dengan keadaan lingkungan seperti: kesuburan lahan, jenis tanaman, pengaturan komposisi, dan harga komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan lahan gambut oleh masyarakat di Propinsi Kalimantan Selatan dan Tengah. Penelitian menggunakan metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap petani di lahan gambut. Hasil survey menunjukkan bahwa pola pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu: kesuburan lahan, kesesuaian jenis, harga komoditas dan ketersediaan pasar. Masyarakat Kabupaten Barito Kuala yang bertani di lahan gambut tipis cenderung memilih pola monokultur dengan pilihan komoditas tanaman buah jeruk, nanas dan tanaman semusim, karena didukung aspek pasar. Masyarakat Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau yang bertani di lahan gambut sedang dan dalam mengembangkan pola monokultur dengan menanam jenis kayu sengon, Shorea balangeran, gelam dan karet, karena didukung aspek pasar. Sebagian petani di lokasi penelitian memilih pola tanam campuran dengan alasan: mengurangi serangan hama/penyakit, kendala kesuburan lahan, kendala cuaca, optimasi ruang tumbuh, pengaturan pendapatan dan selera petani. Makin banyak kendala di suatu lokasi maka makin beragam komoditas pilihan petani, sebagai strategi untuk mengurangi risiko kegagalan panen jenis tertentu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain