Text
Pengembangan Potensi Agroekowisata Di Kampung Misik Kaitannya Terhadap Upaya Restorasi Gambut Di Kalimantan Tengah
Kebakaran hutan dan lahan gambut tropika memberikan dampak luas pada berbagai aspek kehidupan baik kesehatan, ekonomi dan lingkungan, dan terjadi secara masif di Kalimantan Tengah mulai terjadi pada tahun 1997 dan cenderung berulang pada setiap musim kemarau termasuk yang sangat parah terjadi pada Tahun 2015 bersamaan dengan pengaruh El Nino yang kuat. Tindakan pengendalian kebakaran pada Tahun 2015 terbukti sangat sulit dan membutuhkan biaya yang besar, karena itu perlu dilakukan langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang menekankan pada aspek pencegahan. Melalui dana Badan Restorasi gambut pada tahun 2017, dilakukan penelitian untuk pengembangan agroekowisata terintegrasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan sekaligus restorasi lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas pelaksanaan kegiatan BRG di kawasan Misik untuk mendukung program ekowisata. Strategi pengendalian hidrologi gambut, restorasi dan pemadaman kebakaran yang berbasis masyarakat dilakukan dengan dasar pada potensi setempat. Salah satu cara yang dikembangkan di kampung Misik, Kalimantan Tengah dilakukan terintegrasi dengan melalui pengembangan agroekowisata. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masyarakat memberikan respon yang baik dan partisipasi yang begitu besar terhadap kegiatan yang dikembangkan Badan Restorasi Gambut melalui pendekatan 3P, pembasahan, penanaman kembali dan penguatan ekonomi. Peran masing-masing stakeholder utama dan pendukung, alokasi sumberdaya, perlu menjadi perhatian. Pendampingan dan pembinaan yang diawali dengan pemetaan permasalahan di setiap wilayah mutlak harus dilakukan. Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait keberlanjutan dan analisis kelayakan agroekowisata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemulihan ekosistem rawa gambut yang lebih luas
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain