Text
Pola Pemanfaatan dan Pemasaran Kayu Galam di Desa Jejangkit Timur dan Margasari,kecamatan Marabahan,Barito Kuala,Kalimantan Selatan
Galam merupakan salah satu tumbuhan kayu asli rawa yang tumbuh pada hutan gambut dangkal. Di Kalimantan Selatan, salah satu sentra penghasil galam adalah kabupaten Barito Kuala. Walaupun ketersediaanya semakin menurun di alam, kayu galam ternyata masih menjadi salah satu komoditi yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemanfaatan dan pemasaran kayu galam oleh masyarakat. Penelitian menggunakan metode survey dan dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif. Penentuan responden menggunakan metode snowball sampling mengikuti rantai pemanfaatan kayu galam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kayu galam didasarkan pada besar diameter ujung kayu dengan enam tingkatan klas diameter. Diameter ujung terkecil adalah 2-3 cm yang dapat dimanfaatkan sebagai ajir atau tiang penopang bangunan sedangkan diameter terbesar adalah 12 cm keatas yang dapat dimanfaatkan sebagai papan atau pun tiang pancang rel kereta api. Adapun pemasaran kayu galam terbagi dalam lima pola pemasaran dari yang paling sederhana yaitu dari peramu ke konsumen sampai dengan tingkat yang kompleks dari mulai peramu, pengepul, pedagang kecil, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain