Text
Kondisi Vegetasi dan Suksesi Awal Pasca Kebakaran Pada Hutan Rawa Gambut Merang Kepahiyang Sumatera Selayan
Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan hilangnya vegetasi dan menurunnnya keanekaragaman tumbuhan di lokasi terjadinya kebakaran. Secara alami lahan-lahan yang terbakar akan mengalami pemulihan dan suksesi vegetasi sesuai dengan kondisi lahan pasca terbakar. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 untuk mengevaluasi kondisi hutan rawa gambut Merang Kepahiyang yang terbakar tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan membangun 10 plot pengamatan pada areal bekas terbakar berbentuk persegi panjang berukuran 20 m x 50 m yang ditempatkan secara sistematis dengan jarak antar plot sebesar 5 km. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi vegetasi bekas terbakar, kedalaman subsidensi, dan suksesi yang terjadi. Pengamatan suksesi dilakukan secara tersarang pada petak ukur tersebut dengan ukuran 2 m x 2 m, 5 m x 5 m, 10 m x 10 m, dan 20 m x 20 m untuk permudaan tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sebagian besar plot, semua vegetasi dari tingkat semai hingga pohon telah mati terbakar. Pohon yang masih hidup pasca kebakaran hanya dijumpai pada 4 plot, yaitu jenis perepat (combretocarpus rotundatus), kayu kunyit (Litsea lancifolia Hook F), medang beruang (Notaphoebe sp), medang keli (Alseodaphne sp) dengan diameter berkisar antara 11,3 – 30, 5 cm. Kedalaman subsidensi rata-rata sebesar 74,3 cm dengan kisaran 37,2 – 124 cm. Sebagian pohon mati masih dijumpai dalam kondisi berdiri dengan sistem perakaran telah berada di atas permukaan tanah akibat terjadinya subsidensi. Suksesi pada hutan rawa gambut Merang-Kepahyang berupa semak belukar yang didominasi oleh paku-pakuan (Stenochlaena palustris) dan jenis dari famili Euphorbiaceae seperti mahang (Macaranga sp) dan kayu labu (Endospermum diadenum). Pada beberapa lokasi juga dijumpai jenis seduduk (Melastoma malabatricum).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain