Text
Potensi Bahan Bakar Halus (Fine Duel) Di Sekitar Lahan RawaGambut Rawan Terbakar Di Desa Riding, Kabupaten Ogan Komering Ilir,Ptovinsi Sumatera Selatan
Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi bencana yang hampir setiap tahun menimpa beberapa tempat di Indonesia. Kebakaran hutan terjadi oleh karena terpenuhinya tiga unsur, salah satunya adalah keberadaan bahan bakar dalam kondisi kering. Jenis bahan bakar yang mudah tersulut dan menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut adalah bahan bakar halus (fine fuel) berupa rumput dan semak belukar. Lahan rawa gambut di Sumatera Selatan khususnya di Ogan Komering Ilir sebagian merupakan padang rerumputan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai tempat penggembalaan ternak kerbau rawa. Paper ini dimaksudkan untuk menyajikan hasil kajian kelimpahan rumput yang potensial sebagai bahan bakar pada saat musim kemarau. Penelitian telah dilakukan di enam area penggembalaan kerbau, di sekitar lahan gambut rawan terbakar di Desa Riding, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lokasi kajian terletak di dusun Sungai Rasau (334 Ha), Rengas Merah (233,36 Ha), Rengas Potong (179,51 Ha), Sungai Setanjung (799,81 Ha), Sungai Damping (317,01 Ha) dan Penyajab (317,01 Ha). Pengamatan dilakukan dengan memanen sampel bahan bakar berupa rumput pada petak ukur 1 x 1 m dengan 3 kali ulangan pada setiap lokasi. Berdasarkan hasil pengamatan data bahan bakar berupa rerumputan dan tumbuhan bawah lainnya mencapai 8,595 ton/Ha (berat basah) sedangkan berat kering mencapai 1,31 ton/Ha. Total potensi bahan bakar basah pada enam padang penggembalaan di Desa Riding mencapai 51,57 ton/Ha dan bahan bakar kering dapat mencapai 7,85 ton/Ha. Berdasarkan pengamatan, rumput dan tumbuhan bawah di areal penggembalaan kerbau pada saat kondisi kering sangat berpotensi menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mempertahankan bahan bakar dalam kondisi tetap basah dan upaya preventif lain berupa sosialisasi tentang bahaya kebakaran utamanya kepada para peternak kerbau yang berinteraksi langsung dengan lahan rawan terbakar.
| 940 | PROS | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain