Text
Pentingnya Standar Mutu Benih Tanaman Hutan di Indonesia
Abstrak: Penentuan standar mutu benih tanaman hutan merupakan suatu inovasi dakam rangka meningkatkan produktivitas hutan tanaman. Mutu gentik dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan tanamann yang berkualitas melalui kegiatan pemuliaan pohon dan pembangunan sumber benih. Mutu fisik-fisiologis benih ditentukan oleh teknologi penanganannya setelah melalui serangkaian standar penanganan dan pengujian. Untuk mendapatkan keseragaman hasil atas pengujian benih, maka perlu diterapkan standar penangan dan pengujiannya agar dapat digunakan oleh seluruh laboratorium pengujian benih dalam menyertifikasi mutu benih. Standar pengujian mutu fisik-fisiologis benih (SNI 8805:2019): 1) Standar pengujian mutu fisik benih, dimulai dari teknik penarikan contoh serta penentuan berat contoh kirim benih. Terdapat 87 jenis tanaman hutan yang benihnya telah memiliki standar cara penyimpanan bahan untuk pengujian kadar air benih. Kemurnian benih menggambarkan jenis atau varietas serta kebersihan kelompok benih. Berat benih merupakan salah satu indikator daya tumbuh atau vigor benih; 2) Standar pengujian mutu fisiologis benih. Perkecambahan dipengaruhi oleh watak benih, dormansi benih, media tumbuh, air, suhu, kelembaban dan cahaya. Penilaian daya kecambah didasarkan pada kecambah normal yang penentuannya berdasarkan perubahan morfologi yang ditandai keluarnya sepasang daun dan petumbuhan akar normal. Mutu fisik menjadi syarat umum dan mutu fisiologis adalah syarat khusus. Mutu fisik merupakan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dilakukan penentuan mutu fisiologis. Apabila mutu fisik belum terpenuhi maka kelas mutu benih belum dapat ditentukan. Mutu benih layak edar berdasarkan nilai daya berkecambah, berbentuk persen ataupun jumlah kecambah per gram. Ada 3 kelas mutu. Nilai pengujian berlaku antara 3-12 bulan. Jika masa berlaku uji habis perlu dilakukan uji ulang. Penerapan standar mutu fisik-fisiologis dituangkan dalam SNI 7627:2014 (67 jenis benih) dan buku Standar Pengujian dan Mutu Benih Tanaman Hutan. Hasil penelitian penggunaan benih tanaman hutan yang terstandar mutunya (genetik, fisik, fisiologis) untuk kegiatan rehabilitasi lahan dan pembangunan hutan tanaman dapat meningkatkan 30-50% produktivitas tanaman hutan dan berdampak secara ekonomi terhadap pembangunan kehutanan di Indonesia.
Kata kunci; mutu benih, teknologi perbenihan, benih, standar mutu, standar pengujian, tanaman hutan, mutu fisik, mutu fisiologis.
| 20231018024 | (042.5) 630.232.318 YUL p | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain