Text
Penguatan Teknologi Agroforestri selama Daur dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat
Abstrak: Bagi sektor kehutanan, pengembangan teknologi agroforestri selama daur di dalam kawasan hutan, dapat meningkatkan kontribusi kawasan hutan, dapat meningkatkan kontribusi kawasan hutan dalam menghasilkan bahan pangan untuk memperkuat Program Pangan Lokal dan Ketahanan Pangan Nasional. Perkembangan teknologi agroforestri di Indonesia dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek intensitas pengelolaan (agroforestri tradisional, agroforestri sederhana, agroforestri komplek, agroforestri selama daur) dan aspek implementasinya pada pengelolaan hutan, khususnya pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Agroforestri merupakan strategi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara kepentingan lingkungan dan kepentingan ekonomi yaitu meningkatkan kehidupan petani kecil, masyarakat tradisional dan penduduk asli serta sebagai sarana rekonsiliasi atas konflik penggunaan lahan hutan. Prinsip teknologi agroforestri selama daur adalah pemanfaatan ruang dan waktu secara optimal, sehingga sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Teknologi agroforestri dikembangkan pada lahan kritis dapat memperbaiki ekosistem sehingga menjadi produktif dan berkelanjutan, menghasilkan produk kayu, pangan, pakan, pupuk organik, serta peningkatan pendapatan petani. Mahoni dan beberapa legum yang ditanam di lahan kritis alang-alang Sukabumi berhasil mengendalikan alang-alang hingga tinggal sepertiganya, menciptakan vegetasi baru yang produktif dan berkelanjutan. Keberhasilan tumbuh mahoni umur 2,5 tahun 85%, kandungan organik tanah dan kapasitas tukar kation meningkat dua kali lipat. Beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan agar teknologi agroforestri selama daur memberikan hasil yang optimal: 1) karakteristik pohon sebagai komponen agroforestri (tajuk tipis, akar vertikal), 2) optimalisasi pemanfaatna ruang dan waktu (jarak tanam, tata letak tanaman, perkembangan lapisan tajuk dan perakaran), 3) pemilihan jenis tanaman yang tepat, dan 4) intensifikasi pengelolaan (bibit unggul, pupuk, pemeliharaan). Strategi penguatan teknologi agroforestri selama daur antara lain dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam budidaya serta sosialisasi konsep, manfaat dan contoh-contoh keberhasilan secara intensif.pemerintah juga perlu menciptakan pasar dan jejaring pemasaran produk agroforestri selama daur, dilanjutkan introduksi iptek dan inovasi penanganan pasca panen, pengolahan produk untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian.
Kata kunci: agroforestri, agroforestri selama daur, teknologi, pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM), perhutanan sosial,
| 21231018026 | (042.5) 630.261 MUR p | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain