Kajian Strategi Implementasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH): Studi Kasus di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan (Study of the Implementation Strategy of Forest Management Unit: Case Study in Tana Toraja Regency, South Sulawesi Province)
In the concept of KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan or Forest Management Unit = FMU), forest area is divided into several management units which can be efficiently and sustainably managed (PP 6/2007 jo PP3/2008) . It was initiated by establishing KPH Model or Model of FMU, for example in Tana Toraja Regency in 2005. So far, the concept of KPH can not be implemented yet. The aim of this research is to formulate the implementation strategy of KPH development in South Sulawesi through case study in Tana Toraja Regency. The data was collected by applying several methods, consist of: desk study, survey, interview, and FGD (Focus Group Discussion) and then analysed by applying qualitative and quantitative descriptive methods. Force Field Analysis (FFA) was applied in formulating the implementation strategy. The result showed that there are some driving factors and some restraining factors in KPH development internally and externally. The concept of KPH and its related regulation should be socialized more intensively by involving the primary stakeholders. The development of KPH in Tana Toraja Regency is in “growth- stability” category. The recommended alternative strategy is concentration through horizontal integrated. This strategy is part of the growth strategy and can be done by expanding the activities with the community and developing information and communication networking with other regency that have KPH program.
Konsep KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) membagi kawasan hutan menjadi wilayah pengelolaan hutan terkecil sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan lestari (PP 6/2007 jo PP 3/2008) yang dimulai dengan pembangunan KPH Model. Satu di antaranya adalah KPH Model di Kabupaten Tana Toraja yang telah dicanangkan pada tahun 2005. Sejauh ini, konsep KPH belum dapat diimplementasikan di kabupaten tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi pembangunan KPH di Sulawesi Selatan dengan studi kasus di Kabupaten Tana Toraja. Metode pengumpulan data meliputi: desk study, survei, wawancara, dan FGD (Focus Group Discussion). Data yang dihimpun, selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk merumuskan strategi implementasi KPH, digunakan analisis medan daya (Force Field Analysis = FFA). Hasil kajian menunjukkan adanya beberapa faktor pendorong dan faktor penghambat, baik internal maupun eksternal dalam implementasi KPH. Konsep KPH dan peraturan terkait perlu disosialisasikan secara intensif dengan melibatkan stakeholder kunci. Pembangunan KPH Tana Toraja berada pada kategori growth-stability, dengan strategi alternatif yang disarankan adalah konsentrasi melalui integrasi horizontal. Strategi ini termasuk dalam strategi pertumbuhan dengan cara memperluas kegiatan di masyarakat dan mengembangkan jaringan informasi dan komunikasi antar daerah yang memiliki program KPH.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain