Text
Pengembangan Sistem Penghitungan Karbon Hutan Nasional untuk Memperkuat Pengukuran, Pelaporan dan Verifikasi (MRV) Mitigasi Perubahan Iklim
Abstrak: Penghitungan karbon diartikan sebagai proses mengukur emisi dan serapan GRK yang terpercaya dan kuat secara ilmiah (robust) serta dapat diverifikasi. Model alometrik biomassa digunakan secara langsung untuk menduga biomassa pohon dalam tegakan hutan dengan menghubungkan diameter (atau diameter dan tinggi) pohon hasil inventarisasi hutan, atau dengan menambahkan input berat jenis kayu dan faktor ekspansi dan konversi biomassa untuk model alometrik volume. Stok karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan perlu diukur, dimonitor dan dilaporkan, karena perubahan stok karbon akan berpengaruh terhadap konsentrasi CO2 di atmosfer. Stok karbon dalam ekosistem hutan tersimpan dalam lima sumber karbon (pool): biomassa di atas permukaan tanah (batang, cabang, ranting, daun dan buah dari pohon dan vegetasi tumbuhan bawah), biomassa di bawah permukaan tanah atau akar, kayu mati, serasah, dan bahan organik tanah. Besarnya stok karbon tergantung pada jenis, tipe hutan, kondisi tanah, iklim dan aktivitas yang berdampak pada perubahan stok karbon. Siklus karbon yang terjadi dihutan mencakup perubahan stok karbon karena proses yang terjadi secara terus-menerus seperti pertumbuhan dan dekomposisi dan proses yang terjadi akibat kejadian tertentu seperti perubahan lahan, pemanenan, dan kebakaran. Dua pendekatan utama untuk memperkirakan perubahan stok karbon: 1) pendekatan berbasis proses dan 2) pendekatan berbasis stok. Untuk menduga emisi dan serapan GRK diperlukan Data Aktivitas (DA) dan Faktor Emisi (FE) yang keakurasiannya ditentukan oleh Tier (Tier 1, Tier 2, Tier 3). Penerapan Sistem Penghitungan karbon Nasional (INCAS) merupakan salah satu contoh referensi dalam pengembangan sistem penghitungan karbon nasional yang integratif dan komprehensif dalam menduga emisi dan serapan GRK dari hutan dengan metode Tier 3. Berdasarkan hasil kajian yang membandingkan enam dokumen hasil estimasi emisi GRK dari sektor berbasis lahan di Indonesia, pendekatan INCAS dinyatakan paling lengkap dibandingkan dengan pendekatan lain karena mencakup semua pool karbon, menggabungkan aliran karbon dari semua aktivitas, serta memberikan informasi yang lebih komprehensif.
Kata kunci: perhitungan karbon, karbon hutan, MRV, mitigasi,perubahan iklim, INCAS, model alometrik, biomassa
| 21231018031 | (042.5)630*111.83+907 HAR p | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain