Text
Membangkitkan Sektor Riil Kehutanan di Era Pembangunan Rendah Emisi
Abstrak: Produksi hasil hutan kayu yang mendominasi sektor kehutanan saat ini berasal dari 4 unsur utama, yaitu: perusahaan pemegang IUPHHK-HA, perusahaan pemegang IUPHHK-HTI, Perum Perhutani dan petani hutan rakyat. Penurunan produksi kayu hutan alam dan lambannya perbaikan kinerja HTI mendorong pengembangan usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menjadi lebih diperhatikan, terlebih ketika didengungkan pembangunan rendah emisi. Pengusahaan jasa lingkungan (Jasling) telah mulai berkembang dan dilaksanakan melalui pemberian izin. Hutan produksi: izin usaha jasa air dan aliran air, izin usaha pengembangan penyerapan/penyimpanan karbon, dan izin usaha wisata alam. Hutan konservasi: wisata alam, air dan energi air, karbon hutan, dan energi panas bumi. Pembangunan Rendah Emisi (PRE) adalah pembangunan yang dirancang dan bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Kuncinya ada pada perumusan kerangka kebijakan yang tepat dan yang secara konsisten dilaksanakan. Berkenaan dengan PRE, kontribusi hasil hutan kayu dalam pengurangan deforestasi dapat diimplementasikan dengan cara menetapkan kebijkan dan regulasi seperti moratorium izin usaha pemanfaatan pada hutan primer dan/atau hutan gambut, atau konversi hutan alam. Sedangkan pengurangan degradasi hutan dan pengelolaan hutan lestari melalui aplikasi standar pengelolaan hutan lestari seperti instrumen SVLK. Konservasi stok karbon dilakukan dengan cara menjaga areal konservasi an areal lindung yang terdapat di dalam kawasan hutan produksi dan peningkatan stok karbon melalui reboisasi dan aforestasi serta tunda tebang. Mempertimbangkan perannya dalam PRE, HHBK dapat dipandang sebgai komoditas strategis. Permasalahan yang perlu diatasi yaitu sistem tataniaga dan struktur pasar HHBK. Usaha produk Jasling pemanfaatannya masih terbatas dan belum diketahui berapa kontribusinya dalam pengurangan emisi kecuali usaha karbon, namun dampaknya dampat disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan pembangkit listrik tenaga mikro dengan hasil energi listrik 120 Kw, berpotensi CDM mengurangi emisi 1.474,2 ton CO2e per tahun. Kontribusi jasa wisata alam sangat beragam karena bergantung pada jenis bentang alam yang dijadikan wisata.
Kata kunci: sektor riil kehutanan, pembangunan rendah emisi, hasil hutan buka kayu, jasa lingkungan, stok karbon
| 20231017993 | (042.5)630*906/907 SAT m | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain