Text
Inovasi Teknologi Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Terdegradasi serta Bioinduksi Gaharu Budidaya
Abstrak: Inovasi teknologi budidaya gaharu melibatkan peran dua kelompok mikoriza yaitu pemacu pertumbuhan bibit pohon penghasil gaharu pada sistemperakarnnya yaitu fungi mikoriza dan fungi endofit pembentuk gaharu. Hal yang prinsip dalam inovasi teknologi produksi adalah penggunaan jenis Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang berasal dari habitat hutan tropis Indonesia yang terbukti efektif mengkolonisasi banyak pohon inang. Inovasi teknologi inokulan fungi ektomikoriza (FEM) difokuskan pada pemanfaatan tubuh buah FEM Pisolithus dan Scleroderma yang umum dijumpai di habitat pohon inang. Tubuh buah FEM berisi banyak spora dapat diproduksi dalam bentuk inokulan tablet spora. Inovasi selanjutnya adalah kapsul (alginate beads). Bahan dasarnya adalah biakan murni Pisolithus atau Scleroderma. Pengembangan inokulan fungi mikoriza arbuskula (FMA) difokuskan pada jenis FMA yang efektif, pemilihan inang FMA yang cocok, dan media pembawa yang efektif untuk memproduksi spora FMA. Fungi endofit pembentuk gaharu mempunyai karakteristik mirip fungi saprofit atau pathogen yang cepat tumbuh dan beberapa jenis sangat mudah dibiakan pada media agar sintetik, agar berisi kentang, dan gula sederhana. Keberhasilan produksi budadaya gaharu dipengaruhi oleh empat faktor penting: inang pohon, fungi endofit yang diaplikasikan, tempat tumbuh, dan metode inokulasinya. Fakta di lapangan, inovasi teknik produksi gaharu yang berbasis pada pemanfaatan fungi endofit lebih memberikan kepastian akan keuntungan dalam menghasilkan gaharu hasil budidaya dibandingkan dengan teknik induksi dengan bahan kimia maupun induksi secara fisik. Fungi mikoriza memiliki multi fungsi sebagai pupuk hayati, agen agregasi tanah, agen regulasi tanamna, agen proteksi tanaman, agen fitoremediasi, dan juga fungi endofit sebagai agen induksi pemicu gaharu budidaya. Inovasi teknologi inokulan fungi mikorizadalam bentuk tablet spora dan kapsul alginate untuk FEM, dan perbanyakan spora FMA melalui inang P.javanica dengan media zeolite sangat praktis untuk menginokulasi bibit tanaman hutan skala masal dari sejak di persemaian. Inovasi teknologi inokulasi fungi endofit mampu meningkatkan produksi budidaya gaharu untuk menggantikan posisi gaharu alam yang semakin langka didapat.
Kata kunci: Mikroorganisme, mikoriza, gaharu, bioinduksi, inovasi, teknologi
| 20231018013 | (042.5)630*114.67 MAM i | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain