Text
Aplikasi Genetika Molekuler untuk Konservasi Genetik Tumbuhan Hutan Tropis Terancam Punah
Abstrak: Tujuan konservasi genetik tumbuhan adalah untuk mempertahankan keragaman genetik secra maksimal untuk memberikan kesempatan bagi spesies tersebut beradaptasi dan berevolusi.informasi genetika tumbuhan dapat diperoleh menggunakan penanda mokuler isozyme, RFLP (Restriction Fragment Length Polymorpism), marka DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), dan sekuensing. Aplikasi genetika molekuler untuk konservasi genetika berkembang pesat dengan menggunakan marka DNA seperti AFLP, SSR, dan SNP. Metode sekuensing memungkinkan dilakukan konservasi genomik untuk mengetahui urutan genom suatu spesies secara keseluruhan sehingga diketahui gen yang mengontrol sifat dari spesies tersebut. Aplikasi marka DNA untuk konsservasi genetika antara lain meliputi: 1) Identifikasi spesies (DNA barcoding) dengan menggunakan sekuensing dari 2 penanda barkoding (rbcL dan ITS2); 2) Hubungan kekerabatan antar spesies (kloroplas DNA, RAPD, mikrosatelit); 3) Analisis keragaman genetika populasi (RAPD, mikrosatelit); 4) Analisis keragaman genetik sumber benih; 4) Analisis sistem perkawinan (DNA kodominan); dan 6) Analisis risiko kepunahan genetik. Strategi konservasi tumbuhan hutan terancam punah dilakukan melalui 2 kegiatan: 1) Konservasi in-situ, target dan tujuan jangka panjang adalah melindungi, mengelola dan memonitor populasi, serta sebagai sumber benih bagi kegiatan konservasi maupun untuk kegiatan pemanfaatan dan pemuliaan. Hasil analisiskeragaman genetik yang ditunjuk sebagai arean konservasi in-situ: TN. Bantimurung Bulusaraung, TBT Eboni Kalaena, TBT Eboni Ponda-ponda, TBT Eboni Sausu, dan 2) Konservasi ex-situ, bertujuan melindungi spesies dengan cara mengambil materi genetik dari habitat dan populasi alaminya dan menempatkannya di bawah perlindungan manusia, antara lain plot konservasi ulin, ramin, dan shorea penghasil tengkawang. Restorasi ekosistem bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang telah terdegradasi, rusak atau musnah ke kondisi awal atau menyerupai kondisi awal. Kegiatan ini tidak hanya mempertahankan spesies terancam punah, tetapi juga melindungi tumbuhan lain yang berasosiasi dengan spesies tersebut. Aplikasi genetika molekuler menjadi salah satu kegiatan penting untuk mendukung keberhasilan strategi konservasi genetik ini. Setiap kebijakan yang dibuat untuk kegiatan konservasi genetik perlu melibatkan aplikasi gentika molekuler.
Kata kunci: genetika molekuler, konservasi genetik, hutan tropis, DNA, sekuensing, terancam punah
| 2123101803 | (042.5)630*165.4 ANT a | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain