Text
Pemuliaan Tanaman Hutan Cepat Tumbuh untuk Peningkatan Bahan Baku Industri Hilir
Abstrak: Di Indonesia program pemuliaan pohon pertama kali dilakukan tahun 1932 dengan uji provenans jati oleh Balai Pebjelidikan Kehutanan (Bosbouw Proefstation), Jawatan Kehutanan yang ditanam di 4 tempat yaitu KPH Ngawi, KPH Randublatung, KPH Bojonegoro dan KPH Blitar. Sesudah tahun 1990, terdapat 2 isu penting yaitu perubahan iklim karena efek gas rumah kaca (GRK) dan kesesuaian HTI sebagai pemasok bahan baku industri hilir sesuai standar.Pada tahun 2012 BBPPBTH mengambil langkah untuk berkontribusi mengurangi GRK dengan membuat program pemuliaan jenis tanaman hutan yang memiliki daya adaptasi terhadap kekeringan dalam rangka mengantisipasi dampak perubahan iklim yaitu: johar, kemiri, cidrela, jati, dan akasia. Pada tahun 2020, Fakultas Kehutanan IPB telah melakukan penelitian pemuliaan mokuler dalam rangka upaya pemulihan rawa gambut tropis di Indonesia dengan mendeteksi gen adatif pada jenis Drybalanops aromatica. Pemuliaan tanaman hutan untuk HTI/Hutan Rakyat, pada tahun 2020 BBPPBTH telah mempunyai lebih dari 40 plot uji keturunan/klon dari jenis akasia, ekaliptus, meranti, sengon, kayu putih, jati, mahoni, manglid, gmelina, jabon, warugunung, pulai, araukaria,cendana, lamtoro, kaliandra, nyamplung, suren, dan nyawai. Seleksi tanaman dapat dilakukan bila sifat yang dimuliakan mempunyai keragaman genetik yang cukup luas. Penentuan sifat yang dimuliakan didasarkan oleh kebutuhan bahan baku industri hilir seperti industri bahan baku kayu untuk menghasilkan benih unggul yang dapat meningkatkan riap volume dan kualitas kayu (pulp/kertas: akasia, ekaliptus, araukaria dan kayu pertukangan:jati, pulai, mahoni, sengon, manglid, warugunung) dan industri bahan baku bukan kayu untuk menghasilkan benih unggul yang mempunyai produksi biomasa daun (pertumbuhan), rendemen minyak dan kadar cineole tinggi dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas minyak (minyak atsiri: kayu putih dan kayu energi) berdasarkan referensi pengguna serta hasil kerja sama dengan HPH, HTI maupun Perum Perhutani. Teknologi dan manajemen pendukung pemuliaan: 1) Teknologi pengujian kayu dan pemuliaan mokuler (teknologi non-destruktif dan teknologi molecular breeding) dan 2) Manajemen sumber benih (pemeliharaan penyerbukan terbuka dan pemilihan metode seleksi).
| 21231018028 | (042.5)630*165.4+8 MUD o | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (Ref-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain