Text
Pengendalian Penyakit Tanaman
Tahapan pengendalian penyakit tumbuhan yang belum ada di Indonesia: 1) mencegah masuknya penyakit baru; 2) membasmi penyakit selagi populasinya masih sedikit; dan 3) mengendalikan penyakit agar selalu berada di bawah ambang ekonomi. Pencegahan dapat dilakukan dengan karantina. Empat keputusan hasil karantina: 1) Barang boleh masuk tanpa persyaratan, 2) Barang boleh masuk dengan persyaratan tertentu, 3) Barang tidak boleh masuk dan diserahkan ke pembawa untuk dibawa pergi, dan 4) Barang disita dan harus dimusnahkan. Pembasmian dimaksudkan untuk memusnahkan hama, penyakit dan gulma sampai tuntas atau sampai ke akar-akarnya setelah hama, penyakit dan gulma masuk ke suatu negara atau wilayah selagi populasinya masih sedikit atau kecil. Pembasmian dengan cara mekanis atau fisis terhadap tumbuhan dapat dilakukan dengan penebangan, pembongkaran yang diikuti dengan pembakaran atau pembenaman ke dalam tanah yang cukup dalam. Pembasmian inokulum dengan cara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan, penyerbukan dan pengkabutan. Pengendalaian adalah tahap akhir usaha apabila pembasmian tidak behasil. Tujuan pengendalian berbeda dengan pembasmian. Dalam pembasmian tekanannya pada membinasakan patogen, kalau perlu dengan mengorbankan tanaman; sedang dalam pengendalian tanaman tekanannya menyelamatkan tanaman. Berbagai cara pengendalian penyakit: a) pengelakan atau disease avoidance, b) perlindungan atau disea protection (penggunaan faktor lingkungan, penggunaan premunisasi, penggunaan pupuk, penggunaan fungisida, dan penggunaan jenis tanaman tahan), c) pengendalian hayati atau biological control (persaingan, peracunan, parasitisme, tanaman perangkap dan tanaman umpan, penggunaan penutup tanah), penggunaan benih bebas patogen, penggunaan tanah bebas patogen dan penyembuhan atau curatif.
| 1211017311 | 630*94 TOE p | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain