Text
Desa Siaga Api
Abstrak: Desa Siaga Api merupakan desa yang terdiri dari masyarakat, pemerintah desa, dan kelompok pengendali kebakaran yang memiliki kemampuan untuk menjalankan peran dan fungsinya dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah desa dan sekitarnya dengan memenuhi prinsip-prinsip: 1) Kebakarna hutan dan lahan adalah urusan bersama; 2) Keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa; 3) Berbasis pada kepedulian terhadap kebakaran; 4) Pemenuhan hak masyarakat desa; 5) Bersifat inklusif; 6) Kemitraan; 7) Mobilisasi sumber daya lokal; 8) Transparasi dan akuntabilitas; 9) Otonomi dan desentralisasi pemerintaha; dan 10) Diselenggarakan secara lintas sektor.Terdapat 5 kriteria (K) dan 20 indikator (I) dalam perangkat penilaian Desa Siaga Api: K1: Leterlibatan masyrakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (4I: 1) tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebakaran, 2) tingkat pengetahuan masyarakat terkait membakar, 3) partisipasi masyarakat dalam pencegahan, 4) partisipasi masyarakat dalam pemadaman dini kebakaran); K2: Teknologi dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan (4I: 1) teknik penyiapan lahan tanpa bakar, 2) ketersediaan peralatan pemadaman kebakaran, 3) kegiatan sosialisasi pencegah kebakaran, 4) ketersediaan prasarana); K3: Lahan dan mata pencaharian di desa (4I: 1) kepemilikan lahan, 2) tipe lahan, 3)penggunaan lahan, 4) mata pencaharian); K4: Regu pengendali kebakaran (5I): 1) keberadaaan regu pendali kebakaran, 2) pendampingan regu pengendali kebakaran, 3) kepemimpinan regu, 4) ketersediaan anggaran, 5) mitra regu pengendali kebakaran); K5: Kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di desa (3I: 1) program desa/kelurahan terkait pengendalian kebakaran, 2) evaluasi program desa tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan, 3) peraturan desa/adat tentang pengendalian kebakaran. Penghitungan nilai indeks kesiagaan desa memberikan informasi tentang status kesiagaan desa kelas A (baik), B (sedang), atau C (kurang). Strategi peningkatan kesiagaan desa dilakukan secara gradual, baik horizontal (optimalisasi tingkat kesiagaan untuk setiap/sebagian kriteria-indikator dalam kelas yang sama) maupun vertikal (mendorong meningkatnya tingkat kesiagaan melalui intervensi pada setiap/sebagian kriteria-indikator dengan target naik kelas.
| 20211017972 | 630*432 KUS d | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain