Text
Inovasi Budi Daya Padi
Abstrak: Dalam upaya pencapaian swasembada pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memiliki teknologi unggulan yang mendukung: penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budi daya dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (PTT), pengembangan alat pascapanen dan alsintan, dan sumber daya manusia untuk pendampingan produksi. Berbagai teknologi telah disiapkan untuk meningkatkan produksi padi dengan keunggulannya masing-masing dan telah terbukti dapat meningkatkan produksi padi, yaitu a) Jajar legowo super, teknologi budi daya padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2 : 1 dimana dua baris tanaman yang diselingi satu lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman; b) Salibu, teknologi budi daya dimana pada waktu panen pertama, petani menyisakan batang bawah dengan ketinggian tertentu yang dirawat agar menghasilkan anakan baru yang berfungsi sebagai bibit yang selanjutnya dipelihara sampai meghasilkan gabah; c) Pengelolaan tanaman terpadu padi di lahan sawah tadah hujan dengan paket teknologi utama: varietas unggul baru toleran kekeringan, benih berkualitas tinggi, olah tanah minimum dan persemaian culikan, cara tanam sistem jajar legowo; d) Pengelolaan tanaman terpadu padi di lahan rawa pasang surut dengan 3 sistem penataan lahan yaitu sistem sawah, sistem tukungan, dan sistem surjan; e) System of Rice Intensification dengan metode mengelola tanah, tanaman, dan air melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan; f) Mina padi, sistem usaha tani yang memadukan padi dengan ikan yang dipengaruhi oleh sistem pengairan, varietas padi, sistem budi daya ikan, jenis ikan, dan cara pengelolaan ikan. Tingkat kesuburan lahan pertanian yang berbeda memerlukan pengujian tanah untuk mengetahui kadar hara tanah dan menetapkan kebutuhan pupuk. Kebutuhan pupuk dapat diketahui dengan menggunakan perangkat Peta Status Hara P dan K, Kalender Tanam Terpadu, softwaren(PHSL, PUPS, PKDSS, Sipapudi), dan perangkat uji tanah. Teknologi penanganan pascapanen meliputi: pemanenan, perawatan, perontokan, pengeringan, penggilingan, pengolahan, transportasi, penyimpanan, standarisasi mutu dan, penanganan limbah (pakan ternak, nanosilika abu sekam padi).
| 1211017533 | 633*18 PUS i | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-4) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain