Text
Bunga Rampai Bioprospeksi Tanaman Obat di Hutan Tropis Indonesia
Bioprosopeksi tanaman obat merupakan usaha memperoleh bahan baku obat dari plasma nutfah hutan tropis bagi kesehatan manusia Indonesia. Bunga rampai ini memuat informasi dasar beberapa tanaman obat dari hutan tropis yaitu tanaman Bangkirai; Pelawan; Bidara laut; Jamblang; Gyrinops; Pakoba, Pranawijaya; Murbei; Rotan Jernang; Ki Limo; taxus dan Pridot; Gemor; Gaharu; Faloak. Informasi dasar dari tumbuhan obat tersebut meliputi penyebaran, ekologi, tempat tumbuh, teknik budidaya serta informasi awal fitofarmaka.
Abstrak: Bioprospeksi tanaman obat dari hutan merupakan salah satu produk yang sangat bermanfaat baik kesehatan manusia Indonesia ke depan. Riset tanaman obat dari hutan ke depan dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Riset tanaman di bagian hulu memerlukan strategi khusus dengan melibatkan para pihak agar output akhir bermanfaat bagi masyarakat luas. Program kerja sama dengan memperluas jaringan lintas kementerian dan institusi riset swasta. Upaya riset yang multiyears dan investasi tinggi harus memberikan hasil produk obat untuk kesehatan manusia untuk mensubstitusi obat-obat impor. 1) Daun Bangkirai: daun jenis dipterokarpa yang kaya khasiat obat; 2) Potensi Jenis Pelawan (Tristaniopsis spp.) sebagai Bahan Baku Obat dari Sumatera Selatan; 3)Pengembangan Budidaya Bidara Laut (Strychnos lucida R. Br.) sebagai Bahan Bahku Obat Asal Nusa Tenggara Barat dan Bali; 4) Potensi Tanaman jamblang (Syzygium cumini Linn) sebagai Bahan Herbal untuk Kesehatan; 5) Potensi Pemanfaatan Pohon Penghasil Gaharu Gyrinops versteegii dari Nusa Tenggara Barat sebagai Bahan Baku Parfum dan Obat; 6) Pakoba (Syzygium luzonense (Merr.) Merr) sebagai Bahan baku Berkhasiat Obat Asal Wallacea; 7) Pengembangan Budidaya Pranajiwa (Euchresta horsfieldii) sebagai Bahan Baku Obat Asal Nusa Tenggara barat dan Bali; 8) Potensi Pengembangan dan Komersialisasi Tanaman Murbei sebagai Bahan Herbal; 9) Prospek Pengembangan Rotan Jernang sebagai Bahan Baku Obat dari Hutan Tropis Indonesia; 10)Teknik Budidaya Kilemo (Litsea cubeba L. Persoon) sebagai Bahan Baku Obat; 11) Potensi Pengembangan Budidaya Taxus dan Pirdot sebagai Bahan Baku Obat; 12) Gemor (Nothaphoebe coriacea Koserm.): jenis pohon berkhasiat obat dari ekosistem hutan rawa gambut; 13) Pengembangan Budidaya Pohon Penghasil Gaharu (Aquilaria microcarpa Baill) sebagai Bahan Baku Obat Herbal Terstandar di Kalimantan Selatan; 14) Potensi dan Pemanfaatan Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) sebagai Bahan Baku Obat dari Nusa Tenggara Timur.
Kata kunci: Bunga rampai, bioprospeksi, tanaman obat, hutan tropis, Indonesia
| 20211017853 | 630*892.52 (594) BUN b | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-8) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain