Text
Cemara Laut Mengubah Lahan Marginal menjadi Potensial
Buku ini memberikan informasi tentang pengelolaan hutan pantai berpasir yang marginal melalui penamanan tanaman tanggul angin cemara laut (Casuarina equisetifolia sp.) dan tanaman hortikultura sehingga dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Buku buah kerja penelitian selaligus pengalaman lapang ini dapat menjadi pertimbangan pengambil kebijakan dalam penyelamatan pantai dari abrasi dan degradasi lahan akibat erosi angin.
Abstrak: Tujuan penyusunan buku ini adalah untuk memberikan informasi kepada khalayak umum tentang pengelolaan lahan pantai berpasir yang marginal melalui penanaman tanaman tanggul angin cemara laut (Casuarina equisetifolia sp.) dan tanaman holtikultura sehingga dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar lahan pantai berpasir. I) Perencanaan: a) Pengorganisasian; b) Pemetaan lokasi; c) Kebutuhan bahan, alat, tenaga, biaya, lahan, ameliorat, saprotan. II) Pelaksanaan: a) Persiapan; b) Pembuatan jalur tanggul angin; c) Penanaman; d) Pemeliharaan tanaman semusim; e) Pemanenan hasil. III) Monitoring: a) Pengamatan tanah; b) Pengamatan iklim; c) Pertumbuhan tanaman. IV) Evaluasi: a) Tingkat Prosentasi tumbuh; b) Matinya cemara laut di pantai; c) Sosial ekonomi; d) Tingkat dampak pengelolaan lahan pantai; e) Tingkat kemanfaatan tanggul angin; f) Tingkat adopsi masyarakat. Areal plot penelitian adalah lahan pantai berpasir di desa Karanggadung, Kecamatan Petahanan, Kebumen, sejak tahun 2005-2015. Tanaman tanggul air adalah Casuarina equisetifolia, berfungsi untuk melindungi tanaman budidaya yang ditanam diantara jalur tanaman tanggul dari pengaruh erosi pasir, tiupan angin dan kadar garam. Tanaman tahunan: pandan berduri, akasia, widuri, cemara laut, rumput berduri, jarak pagar, kebun campuran, kelapa, gamal, bekol, buah naga, jambu mete. Tanaman semusim: bawang merah, cabe, jagung, semangka, dll. Dalam rangka memantau pertumbuhan tanaman cemara yang masih muda, persen tumbuh mengalami penurunan dari 74,3% menjadi 65,3% dan tinggi mengalami penambahan dari 10,5 cm (Mei 2013) menjadi 11,8 cm (November 2013). Penyebab matinya cemara laut: kurang partisipasi masyarakat, kurangnya perawatan, kondisi iklim yang ekstrim, tidak memperhatikan bulan pemanenan, bibit belum sesuai standar, cara penanaman tidak tepat. Manfaat plot penelitian antara lain: produktivitas lahan di pantai berpasir meningkat, menanggulangi bahaya tsunami, mencegah abrasi, peningkatan pengunjung dan perputaran ekonomi, anak-anak dapat belajar di alam dan berfungsi sebagai laboratorium lapangan.
Kata kunci: lahan marginal, rehabilitasi lahan, cemara laut, lahan pantai
| 17211017285 | 630*233 BEN c | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain