Correlation analysis between seawater intrusionand mangrove greenbelt
ANALISIS KORELASI ANTARA INTRUSI AIR LAUT DENGAN JALUR HIJAU MANGROVE.
Intrusi air laut merupakan proses masuknya air laut ke daratan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya intrusi air
laut diantaranya adalah pemompaan air tawar hingga kerusakan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove adalah suatu
ekosistem yang memiliki kemampuan untuk mengurangi proses intrusi air laut. Penelitian ini menganalisis pendugaan dan
prediksi intrusi air laut, hubungan antara lebar jalur hijau mangrove dengan intrusi air laut. Analisis hubungan antara
lebar jalur hijau dan intrusi air laut menggunakan suatu model persamaan. Penelitian ini dibangun dengan menggunakan
pendekatan teknik sampling, analisis sistem dengan powersim, analisis korelasi, analisis matematika dengan menggunakan
“trendline”. Hasil dari penelitian ini adalah (1) potensi kerapatan mangrove adalah sekitar 50 – 109 pohon/hektar. (2)
hasil simulasi menunjukan laju intrusi air laut jika ada mangrove mencapai 0,20 km/tahun, tapi jika tidak ada mangrove
mencapai 0,3 – 0,4 km/tahun. (3) hasil simulasi menunjukan bahwasalinitas air tawar diduga meningkat dari 1,92 ppt
hingga 4,86 ppt. (4) dari model hubungan antara intrusi air laut dan lebar jalur hijau menunjukan koefisien korelasi sekitar
0,97 dengan persamaan pendugaan intrusi air laut adalah 2264,9 * exp (-0,009 * lebar jalur hijau mangrove (m)), (5)
jenis-jenis Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora styllosa, Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris
merupakan jenis mangrove yang memiliki kemampuan terbaik untuk mengurangi intrusi air laut.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain