Penilaian Kelayakan Ekonomi Reducing Emission From Deforestation And Forest Degradation (REDD+) (Economic Feasibility of Reducing Emission From Deforestation And Forest Degradation (Redd+)
Economic feasibility is one of the condition needed for REDD+ proponent, as mandated in Ministerial Decree No. P. 30/Menhut-II/2009. This analysis provides economic insight to ensure the viability of REDD+ activity sustainably at particular area. In general, economic feasibility is assessed based on abatement and transaction costs. Abatement costs is a cost for producing uncertified CO2 equivalent that can be estimated by Opportunity Costs (OC) of land use change, while transaction costs is the cost for participating in Certified Emission Reductions (CERs).
This paper aims to provide methods for economic analysis, including available instrument to undertake analysis. The result shows application of particular assumption, data, and concept can produced different estimate on price of CERs. Therefore, estimations need to consider several key factors such as potential stakeholders involved, technology, human resource, and location to avoid over estimate or under estimate of the results
Permenhut No. P. 30/Menhut-II/2009 mensyaratkan perlunya dilakukan kelayakan ekonomi sebagai salah satu aspek yang menentukan penilaian diterima tidaknya permohonan kegiatan REDD+. Hal ini ditujukan untuk memberikan jaminan keberlangsungan kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi dan/atau degradasi untuk satuan waktu tertentu pada lokasi yang bersangkutan dan sekitarnya. Secara umum pernilaian kelayakan ekonomi biasanya didekati dari biaya abatasi dan biaya transaksi. Dalam banyak kasus, biaya abatasi adalah biaya untuk memproduksi karbon yang belum bersertifikat dan dapat diestimasi dari biaya kesempatan yang hilang (OCs) dari alternatif peruntukan lahan yang lain, termasuk dalam biaya ini adalah arus nilai sekarang yang hilang, dan biaya/resiko yang timbul akibat kegiatan REDD+. Sedangkan biaya transaksi umumnya diartikan sebagai seluruh ongkos yang timbul untuk mendapatkan Certified Emission Reductions (CERs) atau Sertifikat Penurunan Emisi Kehutanan.
Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan berbagai metode perhitungan kelayakan ekonomi bagi pemohon kegiatan REDD+, termasuk instrument analisis yang tersedia untuk melakukan analisis kelayakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai asumsi dan konsep yang berbeda dapat menghasilkan harga pengurangan satu unit emisi yang berbeda, karena itu estimasi perlu mem- pertimbangkan berbagai faktor kunci seperti stakeholders, teknologi, sumber daya manusia, data dan lokasi, untuk mencegah terjadinya perhitungan yang terlalu tinggi atau rendah
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain