Pembuatan Pulp Ramah Lingkungan dari Limbah Agroindustri Sawit
ABSTRAK. Peningkatan komsumsi pulp dan kertas tidak hanya mengakibatkan perlunya ketersediaan bahan baku yang lebih, tetapi juga memerlukan pengembangan proses-proses baru dalam pembuatan pulp yang dapat meningkatkan produksi pulp dan lebih ramah lingkungan. Bahan bukan kayu (non-wood), seperti limbah agroindustri sawit, merupakan bahan baku alternatif yang layak diperhitungkan sebagai sumber selulosa untuk pembuatan pulp dan kertas dengan kualitas yang memenuhi standar. Makalah ini merupakan ulasan dari serangkaian penelitian pembuatan pulp dengan bahan baku limbah agroindustri sawit menggunakan pelarut organik asam formiat dan asetat. Pembuatan pulp dengan pelarut organik (organosolv pulping) sangat menarik untuk dikembangkan, karena lebih ramah lingkungan dibanding proses pembuatan pulp konvensional (kraft dan soda). Selain itu, proses organosolv juga dapat memanfaatkan keseluruhan komponen utama biomassa menjadi sumber bahan baku produk yang bernilai jual. Sehingga upaya penerapan teknologi hijau bagi industri pulp dan kertas menjadi lebih mungkin pelaksanaannya. Pelarut organik yang digunakan, kondisi proses pembuatan pulp, seperti konsentrasi asam organik, suhu dan waktu pemasakan, nisbah cairan terhadap biomassa, jenis dan konsentrasi katalis yang digunakan, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pulp yang dihasilkan dari proses organosolv.
Kata kunci: Asam organik, limbah sawit, non-wood, organosolv pulping
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain