RESTORASI HUTAN RAWA GAMBUT UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN: SEBUAH TILIKAN DI SUMATERA SELATAN
ABSTRAK
Konversi HRG pada mulanya dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat ekonomi berupa peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) sektor pertanian. Namun, upaya tersebut juga telah menyebabkan hilangnya manfaat jasa-jasa lingkungan HRG. Paper ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai nilai ekonomi manfaat jasa lingkungan yang hilang sebagai akibat konversi dan degradasi HRG Sumsel dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan serta menimbang potensi restorasi sebagai upaya menuju arah pembangunan ekonomi berkelanjutan. Telaahan subjek ini dilakukan dalam kerangka ilmu ekologi ekonomi dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang dilandasi oleh teori pendapatan lestari. Hasil penilikan terhadap masalah tersebut menghasilkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kerugian manfaat ekonomi yang hilang akibat konversi dan degradasi HRG Sumsel ditaksir senilai 55.806 trilyun Rupiah per tahun. Kerugian akibat hilangnya manfaat jasa lingkungan HRG Sumsel lima kali lebih besar dibandingkan dengan PDRB konvensional sektor pertanian. Sehinga, tingkat pendapatan yang sesungguhnya (tingkat pendapatan lestari) sektor pertanian bernilai negatif (sekitar minus 45 trilyun Rupiah). Mengingat kondisi tersebut, maka upaya restorasi HRG berpotensi untuk meminimalkan kehilangan manfaat lingkungan sehingga dapat membantu mengarahkan pembangunan ekonomi Sumsel menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain