TINJAUAN BUDIDAYA DAN PENEGMBANGAN TANAMAN NYAMPLUNG SEBAGAI PENGHASIL BAHAN BAKU BIOFUEL
Jika pada masa lalu manfaat utama pohon Nyamplung (Calophylum inophylum) adalah sebagai salah satu jenis penghasil kayu pertukangan, maka sekarang ini telah bergeser menjadi pohon penghasil buah untuk bahan baku biofuel. Untuk memperoleh manfaat yang optimum dengan produksi buah yang melimpah (ekonomis) maka nyamplung perlu dibudidayakan, tetapi karena budidaya nyamplung merupakan hal baru maka perlu terlebih dahulu dibuat suatu pedoman baku teknik budaya nyamplung yang akurat. Pergeseran nilai ekonomi nymplung dari kayu ke buah dengan sendirinya akan menggeser pula tujuan pengusahaan. Oleh karena itu pergesean ini harus menjadi bahan pertimbangan utama dalam menyusun pedoman budidaya nyamplung. Terdapat perbedaan mendasar teknis budidaya antara penghasil kayu dengan penghasil buah, terutama dalam tiga tahapan pokok, yaitu : teknik pembuatan bibit, penentuan pola tanam dan teknik pemeliharaan. Paper ini bertujuan untuk memberikan tinjauan terhadap kerangka/dasar-dasar budidaya dan pengembangan tanaman nyamplung terkait dengan pergeseran tujuan pengusahaan, sehingga diharapkan seluruh upaya yang terkait dengan budidaya dan pengembangan tanaman nyamplung dapat berpijak kepada tujuan usaha dimaksud.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain