Nilai Manfaat Langsung Ekosistem Dipterokarpa Bagi Masyarakat Setempat Di Hutan Lindung Sungai Wain = Direct Use Value of Dipterocarp Ecosytem for Local Community in Sungai Wain Protection Forest
ABSTRACT. Sungai Wain Protection Forest (SWPF) is a lowland Dipterocarp forest that provides various benefits to support life and livelihoods for local The research objective is to identify the direct benefits of biological and ecological elements obtained by local community. The research was carried out in the village of Karang Joang North Balikpapan, Balikpapan East Kalimantan. The respondents were 175 local people who use the area. The results showed that biological element collected for the benefit of local communities were fire wood, palm leaves, rattan, bamboo, medicinal plants, grass fodder, honey, aloe, fruit, vegetables, fish and timber. Ecological elements collected by local community was water used for household consumption, sourced from rivers, wells and reservoirs, while agricultural land used for farming activities through a pattern of paddy fields, orchards and mixed gardens. Various products obtained from these two elements are used for own consumption, except for products of the farm and livestock mostly for sale.
Key Words : Forest protection, direct benefits, biological elements, ecological elements, local community.
ABSTRAK. Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) adalah hutan Dipterokarpa dataran rendah yang memberikan berbagai manfaat untuk menunjang kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat setempat atau petani penggarap. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi manfaat langsung dari unsur biologi dan unsur ekologi yang diperoleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Responden penelitian adalah masyarakat setempat yang memanfaatkan kawasan HLSW sebanyak 175 responden. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa unsur biologi yang dipungut untuk dimanfaatkan masyarakat setempat adalah kayu (kayu bakar), daun nipah, rotan, bambu, tumbuhan obat, rumput/pakan ternak, madu, gaharu, buah-buahan, sayur-sayuran, ikan dan kayu untuk bahan bangunan. Unsur ekologi yang dipungut untuk dimanfaatkan masyarakat setempat adalah air untuk konsumsi rumah tangga yang bersumber dari sungai, sumur dan waduk, sedangkan lahan pertanian digunakan untuk kegiatan usahatani yang diusahakan melalui pola ladang, kebun buah-buahan dan kebun campuran. Berbagai produk yang diperoleh dari kedua unsur tersebut dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri (bersifat konsumtif), kecuali produk-produk dari hasil usahatani (ladang, kebun buah-buahan dan kebun campuran) dan ternak sebagian besar untuk dijual (bersifat produktif).
Kata Kunci : hutan lindung, manfaat langsung, unsur biologi, unsur ekologi, masyarakat
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain